Beranda Indragiri Hulu Warga Heboh, Bunga Bangkai Muncul di Bukit Petaling

Warga Heboh, Bunga Bangkai Muncul di Bukit Petaling

163
BAGIKAN
tour_de'
Print Friendly, PDF & Email

RENGAT (Publiknews) – Kemunculan bunga raflesia atau lebih dikenal dengan bunga bangkai di desa Bukit Petaling kecamatan Rengat Barat kabupaten Indragiri Hulu, menghebohkan warga setempat, Kamis (5/1/17).

Sebelum ditemukan ada bau busuk di sekitar rumah warga, kemudian diketahui berasal dari bunga yang dulunya ditemukan pertama kali di Bengkulu tersebut.

“Pertama kali saya menemukan bunga tersebut di bagian samping rumah, dimana tempat tersebut digunakan untuk bercocok tanam setelah mencium bau tak sedap, semula dikira bangkai binatang. Terutama disaat panas bunga ini sangat menimbulkan bau busuk, namun saat hujan bau tak sedapnya hilang,” ungkap penemu bunga, Desi Ariani.

Baca Juga:  Nelayan Rohil Kecewa, Kapal Pukat Harimau Asal Sumut Merajalela Tangkap Ikan

Diungkapkannya, bunga tersebut ditemukan pada Selasa (3/1) lalu. Padahal sehari sebelumnya hanya berupa tanaman biasa saja yang kuncup dan berukuran kecil tiba-tiba saja sudah besar.

“Ditempat tersebut saya bertanam jenis umbi-umbian, tetapi tumbuhnya lain,” ungkap guru MDA di Sungai Dawu ini.

Di lkebun kecil tersebut, juga sudah tumbuh bakal Bunga karena dikatakan Desi, ciri-cirinya sangat mirip dengan Bunga Raflesia tersebut disaat belum berkembang.

Baca Juga:  Bawa Sabu dan Senpi, Pria Ini Diciduk Polisi

Awalnya menurut Desi, bunga Raflesia masih tampak segar dan warga pun terus mulai berdatangan. Karena ingin tahu lebih jelas seperti apa bunga yang sangat langka dan jarang dijumpai tersebut. Namun saat ini bunga tersebut sudah mulai layu.

Terkait kemunculan bunga yang namanya beraasal dari gabungan penemu yakni Thomas Stamford Raffles sebagai pemimpin ekspedisi dan Dr. Joseph Arnold sebagai penemu bunga, pihak BKSDA Inhu, Permohonan Lubis menyatakan bahwa Raflesia tersebut bisa saja tumbuh di Inhu, terutama di sekitar Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) karena memang banyak bibit pada lokasi tersebut, termasuk di daerah transmiggrasi di Inhu karena sebelumnya merupakan kawasan hutan.

Baca Juga:  Gugatan Class Action PT SML Diteruskan ke Pokok Perkara

Menurutnya bunga hanya berumur sekitar satu minggu (5-7 hari) dan setelah itu layu dan mati.

“Persentase pembuahan sangat kecil, karena bunga jantan dan bunga betina sangat jarang bisa mekar bersamaan dalam satu minggu, itu pun kalau ada lalat datang membuahi,” ucapnya.(put)

 

loading...
tour_de'
BAGIKAN