Beranda NASIONAL Wakil Ketua KPK Sebut, Kades Korupsi tak Harus Dipenjara, Cukup Kembalikan Uang...

Wakil Ketua KPK Sebut, Kades Korupsi tak Harus Dipenjara, Cukup Kembalikan Uang dan Dipecat

79
Print Friendly, PDF & Email

NASIONAL (Infosiak.com) – Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menilai kepala desa yang korupsi cukup dipecat, tak perlu sampai dipenjara. Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata, dirinya berpendapat bahwa Kepala Desa (Kades) bisa mengembalikan uang yang dikorupsi tanpa harus dipenjara lewat putusan pengadilan.

Menurut dia, langkah tersebut bisa dilakukan jika uang yang dikorupsi tidak bernilai besar. Alex menilai lebih tepat kepala desa tersebut dipecat berdasarkan musyawarah yang melibatkan masyarakat setempat.

“Kalau ada kepala desa yang umpamanya betul terbukti ngambil duit tapi nilainya enggak seberapa, kalau diproses sampai ke pengadilan, biayanya lebih gede,”¬†ujar Alex di Peluncuran Desa Antikorupsi di Kampung Mataraman Panggungharjo, Bantul, Yogyakarta, Rabu (01/12/2021) lalu.

Baca Juga:  Bos Perusahaan Sinarmas Terciduk OTT KPK, Diduga Suap Anggota Dewan

“Artinya apa? Enggak efektif, enggak efisien, negara lebih banyak keluar duitnya dibandingkan apa yang nanti kita peroleh,. Ya sudah suruh kembalikan, ya, kalau ada ketentuannya pecat kepala desanya,” sambungnya.

Pria yang kini memasuki periode kedua sebagai Komisioner KPK itu mengatakan pemecatan kepala desa yang terbukti korupsi bisa menimbulkan efek jera bagi kepala desa lainnya. Ia menjelaskan tolak ukur keberhasilan memberantas korupsi bukan dengan ukuran berapa banyak orang yang dipenjara.

Baca Juga:  Pertamina Tegaskan Kendaraan Industri di atas Roda 6 tak Berhak Gunakan Solar Bersubsidi

“Kita sudah sepakat bahwa kalau menyangkut kerugian negara, kerugian daerah, kerugian keuangan desa, ya, bagaimana semaksimal mungkin uang itu bisa kembali ke kas daerah, kas negara, kas desa. Itu saya kira lebih efektif dibanding kita memenjarakan orang. Lah dia punya istri, istrinya enggak kerja, anaknya tiga, bisa bubar semua,” imbuhnya.

“Ini menjadi PR kita bersama dan desa antikorupsi ini tidak semata-mata menyangkut aparat desanya tetapi juga masyarakatnya,” sambung Alex.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar menerangkan bahwa pemerintah pusat dan daerah berkomitmen bersama dalam mendorong pembangunan desa untuk semakin maju dan berkembang.

Baca Juga:  Mabes Polri Sebut Asap di Pekanbaru Sudah Baik dan Langit Terlihat Biru, Penanganan Karhutla Efektif

Ia mengatakan bahwa kini perhatian pemerintah pusat melalui kementerian dan lembaga kepada desa maupun kelurahan semakin meningkat melalui berbagai implementasi program dan kegiatan, seperti halnya peluncuran desa antikorupsi.

Hal itu, lanjut dia, sebagai bukti bahwa desa memiliki sumber daya dan potensi yang bisa terus dikembangkan dan dikelola dengan baik agar memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

“Desa antikorupsi harus diimplementasikan pada 74.961 desa yang ada di seluruh Indonesia, sehingga tata kelola pemerintahan yang baik akan tumbuh sejak dari desa,” jelas Halim.

Laporan: Atok
Sumber: CNNI

loading...