Beranda Sungai Mandau Konflik Gajah Liar dengan Masyarakat, Warga Sungai Mandau Mulai Terancam

Konflik Gajah Liar dengan Masyarakat, Warga Sungai Mandau Mulai Terancam

68
0
BERBAGI
Gajah liar sungai mandau
Gajah liar sungai mandau

SUNGAI MANDAU (Infosiak.com) – Dalam sepekan ini, kawanan gajah mulai memasuki dan merusak perkebunan masyarakat di Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak Riau. Kawasan hutan yang beralih fungsi menjadi hutan tanaman industri membuat lintasan gajah semakin sempit, sehingga hewan yang dilindungi ini diduga merubah jalur jelajah (Lintasan,red) untuk mencari makan hingga ke perkebunan dan pemukiman masyarakat.

alterntif text

Polemik gajah liar yang terjadi dalam beberapa tahun belakangan ini menjadi ancaman serius bagi masyarakat Sungai Mandau. Berdasarkan data Infosiak.com, Pemerintah Kabupaten Siak dan perusahaan melalui hearing DPRD Siak telah membuat kesepakatan. Dalam kesepakatan tersebut, solusi untuk sementara adalah lintasan gajah ditanami makanan kesukaan gajah kemudian agar gajah tidak bergerak menuju ke perkebunan maupun ke pemukiman warga, masyarakat bisa menanam jenis tumbuhan yang tidak disukai oleh hewan berbadan raksasa ini. Sedangkan perusahaan yang termasuk dalam kawasan tersebut menyediakan bahan maupun perlengkapan untuk membantu masyarakat.

alterntif text

Namun perusahaan yang hadir pada saat hearing tersebut hingga saat ini belum pernah memberikan bantuan kepada masyarakat terkait solusi yang telah disepakati dalam hal penyelesaian konflik gajah liar di Sungai Mandau.

“Saya dulu memang tidak ada ikut dalam hearing di DPRD, tapi dari laporan yang ada, perusahaan tidak pernah memberi bantuan tanaman yang dimaksud, saat ini baru PT Arara Abadi yang membantu,” ungkap Sekcam Sungai Mandau Rasyid saat dikonfirmasi Infosiak.com, Sabtu (4/02/2017).

Saat ini Sekcam mengatakan gajah liar sudah berada dekat dengan pemukiman masyarakat. Gajah masuk melalui Kampung Malibur Duri Satu, Tasik Betung lalu saat ini gajah berada di Kampung Olak (Olak2). Warga bersama pemerintah kecamatan sudah membuat laporan dan menghubungi BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam).

Sementara itu, saat ini warga setempat masih siaga dan mempersiapkan kembang api untuk menghalau gajah liar. Dari pemukiman warga terdengar suara hewan berbadan raksasa tersebut.(jon)

alterntif text
tunggu...

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here