Beranda Bisnis Soal Diskriminasi Kelapa Sawit, Pemerintah akan Gugat Eropa ke WTO

Soal Diskriminasi Kelapa Sawit, Pemerintah akan Gugat Eropa ke WTO

156
Print Friendly, PDF & Email

JAKARTA (Infosiak.com) – Pemerintah Jokowi-JK akan menempuh segala cara untuk menentang kebijakan Uni Eropa atas diskriminasi terhadap minyak kelapa sawit milik Indonesia. Bahkan pemerintah akan menggugat dan membawanya ke forum Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan menegaskan, saat ini pemerintah tengah menyiapkan tim kuasa hukum internasional untuk menggugat regulasi energi terbarukan Uni Eropa terkait Delegated Regulation Supplementing Directive of The UE Renewable Energy Directive (RED) II.

Sejauh ini, pemerintah sudah membentuk tim kecil untuk mengkaji firma hukum (law firm) internasional untuk mendampingi pemerintah dan industri sawit di WTO.

Baca Juga:  Bupati Siak Kumpulkan Camat dan Penghulu, Syamsuar:  Tak ada lagi perluasan perkebunan sawit

“Tadi saya sudah mengupdate saat ini tim kecil akan menetapkan kemungkinan dalam waktu dekat law firmn-nya siapa. Jadi, kita sudah konsultasi dengan law firm, substansi apa dan masing-masing dan sebagainya,” katanya usai melakukan rapa koordinasi di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Oke menekankan, gugatan baru akan dilayangkan setelah pemerintah menetapkan firma hukum. Sejauh ini, tim kecil yang telah ditetapkan oleh pemerintah pun sudah mengantongi beberapa nama, namun belum ditetapkan siapa yang sekiranya akan mendampingi di WTO nanti.

Baca Juga:  Dipercaya Kelola Blok CPP, Pemkab Siak Bersama PT BSP Studi ke Petrogas Jatim

“Kita sudah mendapatkan law firm. (Dari) sembilan yang sudah kita kerucutkan menjadi lima dengan biaya sekian masing-masing. Kita harus segera menunjuk karena law firm ini yang akan kita konsultasikan dengan tim ahli yang kita bentuk di sini,” jelasnya.

“Tapi intinya, nanti kapan kita akan menggugat setelah kita menunjuk law firm dan menyiapkan segala aspek materinya. Tidak ada kata terlambat karena gugatan ini dapat dilakukan setiap saat,” tambah Oke.

Baca Juga:  Koperasi Rumah Pintar PT IKPP Gelar Bazar UMKM 2018 di Perawang

Kendati begitu, Oke tidak bisa memastikan berapa lama waktu gugatan yang akan disampaikan Indonesia ke WTO. Sebab itu semua tergantung dari hasil negosiasi dengan firma hukum.

“Tergantung briefing kita ke law firm, tergantung law firm memutuskan kepada kita, kita siap atau tidak. Tapi tidak ada batasan waktu dari WTO bahwa kita kapan batas masuk gugatan,” pungkasnya.

Sumber : Rilis
Editor : Afrijon

loading...