Beranda Lingkungan Danau Naga Sakti Yang Terabaikan

Danau Naga Sakti Yang Terabaikan

2623
0
BERBAGI

PUSAKO, Infosiak.com – Danau Naga Sakti yang terletak di Desa Dosan kecamatan Pusako, itu meskipun sudah memasuki dimusim kemarau tidak pernah mengalami kekeringan, danau itu dilindungi dari pemanfaatan fisik,meskipun bermuara ke Daerah aliran sungai.
Sayang nya akses menuju Danau yang konon memiliki legenda  sejarah yang sangat melegenda khususnya di sekitar Danau tersebut, kurang mendapatkan perhatian.

Letak Danau itu terjepit pada dua perusahaan yang sama-sama sedang beroperasi yakni antara sumur Ladang. Minyak milik BOB dan hutan HTI milik PT. Sinarmas.
Dengan ketenangan air serta warnanya yang cukup kelam, sebagai pertanda bagaimana Danau itu menyimpan kekuatan magis yang memang sebagian warga sekitar mempercayainya.

Danau yang memiliki luas sekitar 400 hektar yang terbentang di selimuti hutan dan semak-semak itu seakan tidak terjamah oleh pihak pemerintah dalam pengembangan destinasi wisata yang menjadi salah satu  andalan,

Informasinya bahwa adanya luasan Danau, karena adanya kesepakatan bersama yang dikuatkan dengan terbitnya peraturan Desa, yang berisi tentang pengelolaan sumber hutan kelola masyarakat Desa Dosan dan Danau Naga Sakti.

Baca Juga:  Tradisi Unik Warga Benhul, Terbangkan Balon Raksasa Usai Shalat Ied

Hal itu bertujuan sebagai areal konservasi Desa menjadi resapan air, dan disekitar nya terdapat Hutan Lindung.
Informasi yang berkembang bahwa Danau Naga Sakti terbentuk pada Zaman dahulu, didesa Pebadaran hiduplah seorang wanita yang kemudian melahirkan anak berwujud seekor ular, dan karena sayang terhadap anak nya, dipelihara lah anak wujud ular itu hingga memasuki dewasa, menjadi tumbuh besar, sementara itu masyarakat sekitar Desa yang mengetahui hal itu menjadi Resah, dikawatirkan akan menimbulkan bahaya bagi kehidupan sekitar lingkungannya.

Setelah itu,sang ibu pun mengusir sang anak yang berwujud ular tersebut untuk pergi meninggalkan kampung atau Desanya.
Kelanjutan kisahnya sang anak yang berwujud ular itu pun pergi menuju Danau itu dan hingga kini bertempat tinggal di danau tersebut.
Selanjut nya sang ibu, yang telah ditinggal sang anaknya pun bermimpi. Kalau ingin bertemu supaya datang ketepian Danau itu.
Singkat cerita masyarakat pun akhirnya memberikan nama terhadap Danau itu dengan julukan Danau Naga Sakti, dengan artian ular yang sakti.

Konon juga warga sekitar belum pernah memancing maupun bersampan di sekitar Danau itu, ada beberapa informasi yang digali bahwa tidak ada yang berani, meskipun kebenarannya masih diragukan.

Baca Juga:  Gelar Silaturahmi, Kapolres Siak Ajak Pers Tingkatkan Kerjasama
alterntif text

Sementara itu dalam perhatian pihak pemerintah terhadap keberadaan Danau Itu terkesan terabaikan, belum ada langkah yang nyata dalam perbaikan nya, terutama sarana jalan menuju kelokasi,
jarak dari jalan menuju danau sekitar 345 meter dari jalan aspal lintas sei apit pusako.Pemandangan hutan akasia yang cukup alami, namun sepertinya sudah pernah di luluh lantakan oleh keserakahan manusia.

Camat Pusako Said Mawarji ketika di konfirmasi menjelaskan bahwa Danau Naga Sakti memang benar terletak pada areal salah perusahaan yang kini masih beroperasi.

“Dikarenakan kecamatan kita masih baru, dan kabupaten siak juga masih baru,kemungkinan belum ada konsentrasi kearah membangun sarana danau naga sakti menjadi objek wisata,” jelas Mawarji kepada infosiak.

Menurutnya memang harapan dari masyarakat bahwa kalau bisa Danau Naga Sakti itu menjadi objek wisata.

“Dengan harapan lokasi Danau Naga Sakti itu akan menjadi obejek wisata,dan pembangunan sarana menuju kesana bisa lebih diperhatikan lagi oleh dinas terkait,”ujar Camat.

Baca Juga:  Peduli Lingkungan, Pemuda LAM Tualang Goro di TPU Perawang

Apabila hal itu terwujud, lanjut Camat akan memberikan dampak pada masyarakat baik itu dari segi perekonomian maupun dari segi peningkatan kesejahteraannya.

Sementara itu salah satu Warga kecamatan Pusako Adi kepada Infosiak mengungkapkan bahwa keberadaan Danau itu sebelum Pusako menjadi kecamatan, menuju kesana sangat sulit harus menempuh jalan setapak harus melewati hutan yang sangat lebat, masih alami.

“Seiring waktu berjalan saat ini memang sudah ada jalan tembus menuju kesana hanya saja masih memprihatinkan perlu perhatian dari pihak pemerintah,” kata Adi.

Data yang dihimpun ada beberapa tempat sejarah atau yang bisa menjadi objek wisata budaya yang masih belum diperhatikan, banyak orang siak sendiri yang tidak mengetahuinya.

Satu contoh Danau Naga Sakti di Desa Dosan kecamatan Pusako,Makam Putri Kaca Mayang di Desa Kuala Gasib,makam di Desa Dayun kecamatan Dayun, Tambang emas di Desa Buatan 1 kecamatan Koto Gasib yang mengandung magis, makam Badak atau makam dengan panjang sekitar 8 meter di Desa Rantau Panjang Kecamatan Koto Gasib. (red)

http://www.infosiak.com/

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here