Beranda Lingkungan Polusi Hasil Pembakaran Batu Bara Paling Berbahaya, Mendekati Kematian

Polusi Hasil Pembakaran Batu Bara Paling Berbahaya, Mendekati Kematian

288
BAGIKAN
tour_de'
Print Friendly, PDF & Email

JAKARTA (Infosiak.com) – Menghirup udara yang tercemar tentu berdampak buruk bagi tubuh. Tetapi tidak semua polutan memiliki bahaya yang sama. Menurut studi, hasil bakaran batu bara yang dipakai pembangkit listrik paling berbahaya.

Temuan baru ini disampaikan dalam jurnal Environmental Health Perspective setelah mengevaluasi hampir 450.000 partisipan di 100 kota di AS. Tujuan dari studi tersebut adalah melihat efek tiap partikel polutan terhadap kesehatan jantung.

Baca Juga:  Bersama Komunitas Lingkungan Asal Jepang, APP Sinar Mas Tanam 10.000 Pohon di Siak

Partikel dari bahan bakar fosil, terutama batu bara, diketahui yang paling besar dampaknya, bahkan mendekati kematian, dibanding polutan lainnya.

Para peneliti menyebut, partikel dari polutan batu bara berkontribusi lima kali lebih besar dibanding polutan lain terkait risiko kematian dari penyakit jantung.

Baca Juga:  Polemik Aktivitas Galian C, Dewan Siak Syamsurizal Minta Pemda Surati Provinsi

Batu bara diketahui berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi di negara industri. Sekitar 18 persen dari kebutuhan energi AS berasal dari pembangkit listrik batu bara. Sementara itu di negara berkembang, hampir sebagian besar mengandalkan batu bara untuk sumber energi.

Kesadaran akan kontribusi energi pada perubahan iklim dan dampaknya bagi kesehatan manusia membuat para penentu kebijakan menetapkan aturan-aturan baru.

Baca Juga:  262 Desa Peduli Gambut Dibentuk BRG untuk Cegah Karhutla

Amerika Serikat dan China, misalnya, telah mengumumkan rencananya untuk mengurangi produksi batu bara. Polusi udara, sebagian besar dari pembangkit listrik batu bara, di China telah menyebabkan 1,6 juta kematian setiap tahunnya.

Sumber : Kompas
Editor : Afrijon

loading...
tour_de'
BAGIKAN