Beranda Pendidikan Hadiri Konferensi II PGRI Riau, Syamsuar Berharap Guru di Siak Dapat Bertukar...

Hadiri Konferensi II PGRI Riau, Syamsuar Berharap Guru di Siak Dapat Bertukar Informasi

85
0
BERBAGI
alterntif text

SIAK (Infosiak.com) – Hadiri Konferensi kerja II Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI ) Tingkat Provinsi Riau Bupati Siak H Syamsuar berharap guru di Siak dapat Bertukar Informasi tentang kebijakan masing-masing daerah.
Syamsuar memiliki komitmen dalam meningkatkan SDM Kabupaten Siak, hal itu dibuktikan dengan memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) tentang wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Siak yang di terapkan awal masa ia menjabat pada tahun 2011 lalu.

“Kita menyiapkan semua kebutuhan sekolah, berharap tidak ada lagi anak-anak yang tidak sekolah, dan semua biaya ditanggung oleh pemerintah daerah, tidak ada biaya dibebankan oleh anak-anak. Kenapa ini dilakukan, sebagai Bupati kami melihat dari jumlah penduduk Siak saat itu kebanyakan masyarakatnya kebanyakan tamatan SMP,” kata Syamsuar, di Gedung Tengku Maharatu Kota Siak, Sabtu (29/07/2017).

Oleh karena itu, selaku kepala daerah dirinya mengambil langkah menerapkan wajib belajar 12 tahun agar meningkatkan tamatan masyarakat menjadi SMA.

Syam juga menyampaikan, perubahan undang-undang alih kewenangan SMA dan SMK yang semula dibawah pemerintah Kabupaten berpindah ke Provinsi dibawah pengelolaannya Dinas Pendidikan Provinsi, penerapan dari undang-undang ini munculnya kekahwatiran tidak hanya ia, namun juga para Bupati yang lain. Kekahawatiran tersebut adalah jangan sempat merubah atau mengubah mutu pendidikan yang sudah lebih baik ini menjadi menurun

Tahun ini memasuki priode kedua kepemimpinan bupati Siak Syamsuar telah hanya prestasi dicapai dalam bidang pendidikan, saat ini Pemkab Siak terus melakukan kerjasama dibidang pendidikan dengan perguruan tinggi terkemuka di negeri ini. Agar anak Siak dapat menimba ilmu disana dan bisa kembali ke Siak mengabdi di daerahnya, hal seperti ini lah sudah di capai Kabupaten Siak.

“Kita semua berharap mutu pendidikan di daerah ini terus bertambah lebih baik, karena sebuah Kabupaten yang baru dituntut untuk mempersiapkan SDM masyarakatnya, agar bisa bersaing dengan daerah yang masyarakatnya dari SDM lebih maju,” kata Syamsuar.

ali

Syam menyambut baik kegiatan PGRI di laksanakan di Siak, dengan adanya Konferensi kerja II PGRI ini harapannya pada guru Siak dapat bertukar informasi tentang kebijakan masing-masing daerah, kemajuan suatu bangsa ditentukan dengan majunya pendidikan di setiap daerah.

”Karena sudah tuntutan zaman tidak biasa dipungkiri suatu waktu anak-anak kita akan kalah dengan anak-anak daerah lain kalau tidak ada peningkatan mutu dari kita, namun ini semua harus di imbangi dengan sarana dan prasana dan juga di imbangi dengan peningkatan SDM para guru itu sendiri,” terangnya.

Syamsuar menyarankan kepada guru agar lebih ekstra kepada anak-anak mewajibkan berbahasa inggris, arus globalisasi menuntut pelajar untuk mewajibkan berbahasa inggris, disamping pendalaman mata pelajaran lain, bahasa inggris juga harus menjadi perhatian, karena jika belajar keluar negeri inggris harus bisa menguasai bahasa tersebut.

Dengan adanya Komprensi kerja II PGRI ini, Syamsuar berharap pada guru Siak dapat bertukar informasi tentang tentang kebijakan masing-masing daerah, kemajuan suatu bangsa ditentukan dengan majunya pendidikan di setiap daerah.

Sementara itu Ketua Umum PB PGRI Unipah Rosyidi dalam arahannya, PGRI mengapresiasi kepada Bupati Siak yang terus-menerus dalam memperhatikan pendidikan dan mutu para guru di Kabupaten Siak serta selalu mendukung kerja PGRI dan perjuangan PGRI dalam setiap kegiatannya.

Ia berharap, guru jangan dibebani yang sifatnya admintratif, cukuplah guru mengurus anak didiknya, karena hal kecil-kecil ini sangat menganggu dalam aktifitas mengajar. Seharusnya, para guru didorong SDMnya dan juga insentifnya. Karena guru merupakan gerbang terdepan dalam meningkatkan mutu generasi muda anak bangsa. Selain itu juga integeritas dan profesional guru penting juga untuk ditingkatkan.

“PGRI harus naik kelas, kalau ingin perjuangan kita didengar, maka kita harus naik kelas, tidak lagi menyampaikan pendapat dengan cara turun dijalan namun kita selaku manusia berilmu, hendaknya menyampakan dengan santun dan cerdas melalui berbicara dan diplomasi,” katanya. (Ag/Ik)

ali

Komentar Facebook Disini Bro

orang komentar