Beranda Siak Meriam Kuno di Bukit Batu, Bukti Sejarah Kerajaan Siak dan Pengabdian Datuk...

Meriam Kuno di Bukit Batu, Bukti Sejarah Kerajaan Siak dan Pengabdian Datuk Laksamana

268
Print Friendly, PDF & Email

BENGKALIS (Infosiak.com) – Sebagian besar masyarakat Kabupaten Siak dan masyarakat Kabupaten Bengkalis tentu sudah tidak asing lagi dengan nama Datuk Laksamana Raja di Laut. Meski bukan keturunan raja maupun kerabat raja, Namun nama Datuk Laksamana Raja di Laut kerap disandingkan/dikaitkan dengan sejarah Kesultanan Kerajaan Siak.

Sebagai salah satu kerajaan yang pernah berkuasa hingga Selat Malaka, Kerajaan Siak tidak hanya meninggalkan jejak di sekitar aliran Sungai Siak saja, rumah/kediaman Datuk Laksamana Raja di Laut yang berada di Desa Sukajadi Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis, juga merupakan bagian dari warisan/peninggalan Kerajaan Siak.

Berdasarkan keterangan yang diterima Infosiak.com dari beberapa sumber, Datuk Laksamana Raja di Laut merupakan salah satu penggawa Kerajaan Siak yang mendapatkan tugas dari Raja Siak untuk mengamankan pesisir pantai di Selat Malaka. Ada Empat Datuk yang konon mendapatkan tugas dari Raja Siak untuk mengamankan pesisir pantai di perairan Selat Malaka, mereka adalah Datuk Ibrahim, Datuk Khamis, Datuk Abdullah Shaleh (bergelar Datuk Laksamana Raja di Laut III), dan Datuk Ali Akbar (bergelar Datuk Laksamana Raja di Laut IV).

Baca Juga:  Diiringi Sholawat, Faturahman dan Gus Fuad Ajak Masyarakat Menangkan Arif - Sujarwo

Guna mendapatkan informasi tentang riwayat singkat Datuk Laksamana Raja di Laut itu, Infosiak.com juga telah meminta penjelasan dari sejumlah tokoh yang ada di Kabupaten Siak, termasuk kepada tokoh masyarakat Siak yang juga merupakan sejarawan Siak Datuk H Said Muzani, berdasarkan penjelasan yang disampaikan oleh Datuk H Said Muzani, riwayat hidup Datuk Laksamana Raja di Laut adalah orang kepercayaan Raja Siak yang ditugaskan di pesisir Laut.

Baca Juga:  Jauh Dari Pusat Kota, Kampung Belutu Kandis Dapat Hadiah Ambulance dari Bupati Afedri

“Iya, beliau (Datuk Laksamana Raja di Laut, red) ditugaskan oleh Sultan Siak untuk mengawasi dan mengamankan laut pesisir timur mulai selat Bengkalis, hingga perairan Dumai dan selat Melaka, dimana saat itu banyak lanun (bajak laut, red) yang kerap merompak pedagang-pedagang dari Sumatera yang melintas menuju Melaka,” terang Datuk H Said Muzani, Selasa (05/01/2020) siang, kepada Infosiak.com.

Situs peninggalan sejarah berupa rumah/kediaman Datuk Laksamana Raja di Laut yang ada di Kecamatan Bukit Batu itu, merupakan peninggalan Datuk Ali Akbar yang dikenal dengan sebutan Datuk Laksamana Raja di Laut IV. Berbeda dengan Istana Siak yang berada di pusat pemerintahan Kabupaten Siak. Butuh waktu sekitar 1,5 jam lewat jalur darat dari Kota Siak menuju tempat tersebut.

Baca Juga:  TdSi 2018 Berakhir, Ini Nama Pebalap yang Sukses Raih Juara

Selain rumah dan makam Datuk Laksamana Raja di Laut yang berlokasi di Desa Sukajadi Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis itu, juga terdapat 5 pucuk meriam kuno yang juga merupakan peninggalan sejarah dari Datuk Laksamana Raja di Laut. 5 pucuk meriam kuno tersebut berukuran panjang sekitar 2,5 meter, dan berdiameter sekitar 20 Cm.

Menurut cerita dari para orangtua, meriam kuno yang merupakan peninggalan dari Datuk Laksamana Raja di Laut itu, merupakan salah satu senjata yang digunakan oleh Datuk Laksamana Raja di Laut untuk mengusir serta menghadapi para perompak yang kerap menggangu keamanan di wilayah laut.

Wallahu A’lamu Bishshowab.

Laporan: Atok
Editor: Afrijon

loading...