Beranda Mempura Miris.! Dibangun Dengan Biaya Rp800 Juta, Gedung LAM Mempura tak Kunjung Difungsikan

Miris.! Dibangun Dengan Biaya Rp800 Juta, Gedung LAM Mempura tak Kunjung Difungsikan

391
0
BERBAGI
alterntif text

MEMPURA (Infosiak.com) – Pada tahun 2016 lalu, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Siak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) telah menggelontarkan anggaran sebesar Rp800 juta lebih, untuk merealisasikan kegiatan/pembangunan Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Mempura.

Namun sayang, hingga memasuki tahun 2018, Gedung LAM yang telah menelan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Siak sebesar Rp800 juta lebih tersebut tak kunjung difungsikan sebagaimana mestinya.

Pantauan Infosiak.com di lapangan, saat ini di sekitar halaman Gedung LAM Kecamatan Mempura itu sudah mulai tumbuh pohon-pohon liar (semak rerumputan, red). Bahkan pada bagian anak tangga dan sudut-sudut dinding Gedung LAM itu, terlihat sudah ada yang mulai berlumut.

Saat dikonfirmasi Infosiak.com, Camat Mempura OK Rendra Dharma Putra mengaku belum tau persis kapan Gedung LAM itu akan difungsikan.

“Gedung LAM itu masih dikelola oleh pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Siak. Fasilitas yang ada baru berupa fisik bangunan, sedangkan untuk kondisi listrik dan kelengkapan meubelernya belum tersedia. Kami juga belum tau persis kapan Gedung itu akan difungsikan, karena kami belum mendapatkan informasi terkait pengelolaan dan pemanfaatan gedung tersebut,” terang OK Rendra Dharma Putra, Kamis (11/01/2018), kepada Infosiak.com.

Meski demikian, Camat Mempura berharap, kiranya Gedung LAM yang sudah dibangun itu bisa segera dimanfaatkan sebagai salahsatu sarana untuk pusat pengembangan Kebudayaan dalam hal Kesenian, sehingga dapat meningkatkan dan menjaga pelestarian budaya lokal.

“Kami berharap gedung tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh LAM Kecamatan lengkap dengan kebutuhan fasilitasnya. Sehingga dapat dijadikan sebagai salahsatu sarana untuk pusat pengembangan Kebudayaan dalam hal Kesenian,” lanjut Camat.

ali

Dikatakannya juga, selain untuk pusat pengembangan Kebudayaan dan Kesenian, Gedung LAM yang berada di Kepenghuluan Kampung Adat Kecamatan Mempura itu juga diharapkan nantinya mampu memotivasi para generasi muda untuk lebih mengenal budaya dan adat istiadat lokal yang ada di Kecamatan Mempura.

“Dengan pemanfaatan Gedung LAM itu, diharapkan nantinya para generasi muda bisa lebih mengenal budaya dan adat istiadat lokal yang ada di Kecamatan Mempura (secara khususus, red) dan di Kabupaten Siak (secara umum, red). Dan kami juga berharap dengan aktifnya Gedung LAM tersebut, dapat menambah serta meningkatkan pariwisata di Kecamatan Mempura, karena keberadaan Gedung LAM itu dinilai sudah sangat strategis, yakni berada di Kepenghuluan Kampung Adat,” tutupnya.

Di tempat terpisah, Kepala Disdikbud Siak H Lukman melalui Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Mahadar menuturkan, pada tahun 2017 lalu memang belum ada diusulkan anggaran untuk penambahan fasilitas di Gedung LAM Kecamatan Mempura itu.

“Tahun lalu memang belum ada diusulkan terkait hal-hal yang menyangkut fasilitas di Gedung LAM Kecamatan Mempura itu, dan insya Allah pada tahun 2018 ini akan kita coba untuk mengusulkannya di APBD-P,” jawab Mahadar, saat dikonfirmasi Infosiak.com.

Berikut lampiran yang tertera di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Siak, terkait pembangunan Gedung LAM Kecamatan Mempura tahun 2016.

Nama Lelang:
Pembangunan Gedung Lembaga Adat Melayu.
Kategori: Pekerjaan Konstruksi.
Instansi Pemerintah Daerah Kabupaten Siak.
Satuan Kerja: DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN.
Pagu: Rp 1.010.830.000,00
HPS: Rp 1.010.810.000,00
Nama Pemenang: CV. PUTRA MAHKOTA.
Harga Penawaran: Rp883.603.500,00. (Tok)

ali

Komentar Facebook Disini Bro

orang komentar