Beranda Tualang Mantan Penghulu Maredan Barat Diduga Hina Seorang Kakek Katakan Pemulung

Mantan Penghulu Maredan Barat Diduga Hina Seorang Kakek Katakan Pemulung

291
Print Friendly, PDF & Email

PERAWANG (Infosiak.com) – Salah seorang warga bernama Hadi Bambang (90) merasa keberatan terhadap komentar mantan penghulu Maredan Barat Aljufri. Dalam komentarnya, Aljufri diduga melakukan penghinaan terhadap Bambang dengan menyebutkan dirinya seorang pemulung dan sudah berpisah dengan istrinya. Spontan saja Hadi Bambang tidak menerima perkataan tersebut, dengan menyinggung pekerjaan dan kepribadian Hadi.

“Saya nggak terima dikatakan pemulung dan pisah dengan istri saya. Itu masalah pribadi saya, dan itu merendahkan saya. Walau saya bekerja sebagai pemulung, tetapi saya juga punya harga diri. Saya sudah punya cucu dan saya adalah orangtua. Maka saya tidak terima dengan penghinaan itu,” kata Bambang, Sabtu (16/10).

Hadi Bambang juga akan mengadukan hal tersebut ke pihak Kepolisian Sektor Tualang,atas dugaan penghinaan dan merendahkan martabat manusia tersebut.

“Saya akan adukan Aljufri ke Polisi. Saya nggak menerima saya direndahkan seperti ini. Saya juga punya martabat walaupun orang miskin. Toh, saya makan bukan dari dia, saya bekerja sebagai pemulung dan halal,” pungkasnya.

Baca Juga:  Tour de kampung ke-19 dilaksanakan di Kampung Pinang Sebatang Barat Tualang

Sekedar diketahui, sebelumnya awak media mengkonfirmasi ujaran atau perkataan mantan Penghulu Maredan Barat Aljufri terkait dugaan pelecehan terhadap profesi jurnalis dan lembaga swadaya masyarakat. Hal itu disampaikan oleh Bambang kepada awak media, dan selanjutnya dikonfirmasi terhadap Aljufri.

“Jadi ada kemarin berita dimuat di surat kabar Mingguan, bahwa diberitakan tentang kandang Sapi yang nggak berfungsi sejak tahun 2015 lalu. Lalu saya dengar beliau katakan, ‘alah wartawan dan LSM dikasi lima puluh ribu udah bisa itu’,” kata Hadi menirukan perkataan Aljufri.

Masih kata Hadi, bahwa banyak warga yang menyaksikan dan mendengarkan perkataan Aljufri kala itu.

Baca Juga:  Kasus Pembunuhan Terungkap, Androy Apresiasi Polsek Tualang Dan Satreskrim Polres Siak

“Ya ada yang dengar perkataan itu orang yang berada saat dikantor tersebut,” sambungnya.

Aljufri saat dikonfirmasi persoalan perkataan, dugaan pelecehan terhadap profesi jurnalis dan LSM tersebut menyangkalnya. Bahkan Aljufri mengakui bahwa dirinya secara pribadi bersahabat dengan media dan LSM.

“Bos mohon maaf itu hoax, karena adik saya teman saya dan saudara saya banyak yang wartawan dan LSM, tak mungkin saya bicara seperti itu. Bang maklumlah sekarang ini musim pemilihan, jelas banyak mencari kesalahan, saya paham itu tapi jangan sampai kita terpancing isu yang memecah belah kita,” ujar Aljufri melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp.

Lanjut mantan penghulu Maredan Barat itu, dirinya merasa nama baiknya dicemarkan oleh oknum tersebut. Aljufri akan mengadukan Hadi Bambang ke pihak yang berwajib.

Baca Juga:  Bangga dan Haru, Anak Seorang Penjaga Sekolah di Siak Riau Lulus Jadi Polisi

“Maaf pak itu saya tahu suaranya mau kita proses orang itu nanti, maaf pak sabar ada batasnya kalau terus dicari yang namanya setiap manusia ada salah. Bak pepatah mengatakan kalau mau tahu baiknya tanya sama sahabatnya kalau mau tahu kejelekannya tanya sama musuhnya.Ini saya tuntut pencemaran nama baik pak ,” sambungnya.

Nanti saya lapor Polsek saja ini pencemaran nama baik. Dah keterlaluan ini mencari kesalahan terus,” ungkapnya.

Aljufri juga menyebutkan bahwa Hadi Bambang adalah seorang pemulung, dalam pesan klarifikasinya kepada awak media.

“Maaf bos itu narasumbernya tidak berdomisili di Maredan Barat dan tidak punya identitas, dia berkerja sebagai pemulung dan dia pisah sama istrinya. Betul 3 tahun yang lalu masalah sama istri kabur sekarang muncul lagi,” pungkasnya.

Sumber : Metrorakyat

loading...