Beranda Riau Kisah Ibu Muda Miliki Anak Kecil Pilih Tinggalkan Kabut Asap Keluar dari...

Kisah Ibu Muda Miliki Anak Kecil Pilih Tinggalkan Kabut Asap Keluar dari Riau

840
Print Friendly, PDF & Email

MEDAN (Infosiak.com) – Kebakaran hutan dan Lahan di sejumlah daerah di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Kondisi ini pun memakaa sejumlah warga meninggalkan daerah terdampak.

Seperti yang dilakukan oleh Fatimahtizzahra El Karim. Warga yang kini berdomisili di Kampar, Riau. Dia kembali ke Medan bersama sang buah hati untuk menghindari asap.

1. Asap tebal memaksa Fatimah mengungsi

Sudah beberapa waktu terakhir asap semakin tebal kondisinya. Fatimah yang tinggal di kawasan Jalan Suka Karya, Kelurahan Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau menyadari betul dampak asap untuk dia dan anaknya yang masih berusia 1,5 tahun.

Baca Juga:  Kebakaran di Jambi Semakin Parah, Kabut Asap Menuju ke Riau Dibawa Angin Tenggara-Selatan

“Saya terpaksa mengungsi karena asap di sana semakin tebal. Anak kami juga masih kecil,” ungkap Fatimah, Senin (16/9/2019).

2. Selama di Riau, Fatimah dan bayinya memilih berada di dalam rumah

Kata Fatimah, asap di Riau mulai dirasakan sejak Juli lalu. Namun beberapa pekan terakhir kondisinya memang semakin tebal.

Untuk melindungi anaknya, Fatimah memilih bertahan di dalam rumah. Hingga akhirnya dia memutuskan kembali ke Medan.

Baca Juga:  Riau Tolak Bantuan Personel Damkar Dari Gubernur DKI Anies Padamkan Karhutla

“Saya takut anak saya ini terdampak asap dan terkena penyakit saluran pernafasan,” ujarnya.

3. Sesampainya di Medan, Fatimah langsung memeriksakan kesehatan anaknya

Setibanya di Medan, Fatimah langsung membawa anaknya ke klinik. Dia langsung memeriksakan kesehatan sang buah hati.

Beruntung hasil pemeriksaan medis menjnjukkan kesehatan anaknya dalam keadaan baik. “Alhamdulillah, keadaan anak saya tidak apa-apa. Kami juga masih menunggu apakah asap disana sudah benar-benar tidak berbahaya. Kalau tidak berbahaya kemungkinan kami akan kembali ke Kampar,” jelasnya.

Baca Juga:  Makin Pekat, Korban Kabut Asap Terus Berdatangan ke Posko Pengungsian Pekanbaru

Untuk diketahui, kabut asap karena Karhutla kondisinya sangat mengkhawatirkan. Masyarakat terus dihantui berbagai penyakit.

Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mencatat, kebakaran terbesar yang terjadi di Riau mencapai 40 ribu hektare.

Udara di empat daerah Riau masuk kategori berbahaya untuk dihirup, yakni Kota Pekanbaru, Rokan Hilir, Dumai dan Siak. Sementara dua daerah lain yang dinyatakan tidak sehat yaitu Bengkalis dan Kampar.

Sumber : IDNTimes
Editor : Afrijon

loading...