Beranda Kesehatan Sebagai Agen of Change, 24 Pengurus Gerakan Cerdas Gunakan Obat Aktif Sosiali...

Sebagai Agen of Change, 24 Pengurus Gerakan Cerdas Gunakan Obat Aktif Sosiali ke Masyarakat

11
0
BERBAGI

SIAK (Infosiak.com) – Sejak dicanangkan tahun 2016 yang lalu, pengurus Gema Cermat yang telah ditunjuk sebagai Apoteker AoC (Agent of Change) sebanyak 24 orang langsung aktif melakukan sosialisasi kemasyarakat. Kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan oleh Dinas Kesehatan, Ikatan Apoteker Indonesia yang bekerjasama dengan instansi Pendidikan, PKK, Karang Taruna, Majlis taklim, dan lain-lain.

Gema Cermat adalah gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang penggunaan obat secara benar. Dan sekaligus meningkatkan kemandirian dan perubahan perilaku masyarakat dalam memilih, mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat secara benar, dan meningkatkan penggunaan obat rasional.

“Masyarakat sangat antusias dengan kegiatan ini karena selama ini yang mereka dapatkan hanya sosialisasi tentang hidup sehat, dan belum pernah mendapatkan sosialisasi bagaimana penggunaan obat yang benar,” jelas Zaiyuszamsari. S. Si. Apt. M. Kes, kepala UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Siak, kepada Humas Pemkab. Siak, Rabu (11/10/2017).

Harapan Sari, masyarakat tidak lagi mengunakan obat sembarangan setelah mendapatkan pemahaman sosialisasi gema cermat, merubah sikap dan perilaku dalam memilih, mendapatkan, mengunakan, menyimpan dan membuang obat secara benar, hingga pada akhirnya akan meningkatkan penggunaan obat secara rasional dalam pelayanan kesehatan.

Baca Juga:  Cuaca Extrem, Sejumlah Peserta KBN Siak Mengalami Gangguan Kesehatan

“Apoteker sebagai tenaga kesehatan yang bertanggung jawab dan kewenangan dalam pelayanan kefarmasian terutama pelayanan informasi obat dapat menjadi motivator, edukator dan sekaligus menjadi agen perubahandari gema cermat,” ujarnya.

Seluruh Apoteker yang melakukan praktek kefarmasian ikut mendukung dan menyukseskan progam gema cermat dengan cara memberikan penyuluhan kepada kelompok masyarakat disekitar tempat praktek kefarmasian. Kemudian melakukan dokumentasi dan laporan kegiatan sebagai tanda pengabdian masyarakat.

Apa yang telah dilakukan oleh Sari sapaan akrab dari Alumnus S2 UGM fakultas kedokteran, jurusan Manajemen Rumah Sakit itu diundang Kementerian Kesehatan. Pihak Kemenkes ingin mengevaluasi kabupaten/kota dan provinsi dalam pelaksanaan Gema Cermat di daerah masing-masing, yang berlangsung tanggal 4-6 Oktober 2017 kemarin.

“Saya salah satu dari tiga peserta (mewakili kabupaten Siak) sebagai model percontohan (best practice) untuk menyampaikan presentasi hasil yang dilakukan, dua lainnya berasal dari provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur,” jelas ibu satu anak ini.

Baca Juga:  Minimnya Alat Fogging Sulitkan Petugas Atasi DBD di Siak
alterntif text

Dijelaskannya, tim evaluasi dari Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, melakukan parameter penilaian berdasarkan evaluasi implementasi, yang meliputi; Regulasi (advokasi), Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Komunikasi dan Publikasi, dan Optimalisasi Peran Tenaga Kesehatan sebagai agen perubahan.

“Alhamdulillah, setelah dilakukan penilaian, saya terpilih sebagai terbaik I Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se Indonesia, dalam pelaksanaan gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat (gema cermat) periode 2016-2017,” ujar Sari.

Piagam penghargaan tersebut diserahkan oleh Dra. R. Dettie Yuliati. Apt. M. Kes, Direktur Pelayanan Kefarmasian, Direktorat Jendral Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.

Terkait hal itu, Ketua PKK kecamatan Kerinci Kanan Putranti Andriyani menuturkan, sosialisasi gema cermat tersebut sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat, khususnya bagi ibu rumah tangga.

“Adanya sosiàlisasi gema cermat yg ditaja oleh farmasi kabupaten Siak bersama para apoteker tersebut sangat bermanfaat bagi kami, ibu-ibu awam seperti saya ini jadi tahu bagaimana cara minum obat yang benar, yang sebelumnya kami tidak paham tentang hal ini jadi lebih paham,” tutur Andriyani.

Kami jadi tahu kata dia, bagaimana cara penyimpanan obat, dan membuang obat yang sudah kadaluarsa. Artinya sosilisasi ini sangat tepat sasaran, karena ibu-ibu biasanya pasti peduli pada kesehatan keluarganya. Sehingga mereka juga akan memberi tahu tetangga atau sanak keluarganya.

Baca Juga:  SDN 01 Buantan Lestari Gelar Workshop Keamanan Jajan Kantin Sekolah

Ia berharap tim farmasi dan apoteker, juga memberikan penyuluhan ke kampung-kampung yang ada di kabupaten Siak agar masyarakat Siak lebih cerdas dalam menggunakan obat-obatan.

Ditempat terpisah, Eki Naldi apoteker puskesmas Sungai Apit menambahkan, dengan adanya Agent of change pada masing masing kecamatan dapat memberikan edukasi ke masyarakat. “Tentunya hal ini sangat bermanfaat, karena masyarakat sangat awam dan butuh edukasi terkait obat,” terang Eki.

Masyarakat harus di beritahu sambung Eki, mulai dari cara mendapatkan obat yg baik dan benar. Disamping itu banyaknya penyalahgunaan obat-obatan sekarang ini, terutama oleh generasi muda, menuntut AoC untuk lebih giat lagi memberikan edukasi ke sekolah sekolah, atau perkumpulan remaja.

“Gunakan obat secara tepat, kemudian baca informasi dengan cermat. Tanyakanlah kepada petugas terkait komposisi, indikasi, dosis dan cara pakai, efek samping serta kontra indikasi,” pesan Eki.(rls)

http://www.infosiak.com/

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here