Beranda Kesehatan Perawat di Siak Ini Sulap Air Gambut Jadi Air Jernih agar Bisa...

Perawat di Siak Ini Sulap Air Gambut Jadi Air Jernih agar Bisa di Konsumsi

39
0
BERBAGI

SIAK (Infosiak.com) – Mendengar kata air pasti yang terlintas dibenak kita adalah air jernih dan menyegarkan. Secara umum memanglah demikian, namun lain halnya sumber-sumber air yang ada di lahan gambut Kabupaten Siak.

alterntif text

Apalagi jika musim kemarau datang, masyarakat tentu akan kesulitan mendapatkan air bersih. Terkadang masyarakat pun harus minum air gambut secara langsung tanpa di masak.

Hal itu mengakibatkan penyakit, karena kondisi air gambut saat ini sudah tercemar, baik dari usaha perkebunan perusahaan maupun masyarakat sendiri.

Dari itulah seorang perawat kecamatan Sungai Apit, mencoba melakukan usaha penjernihan air (air bersih) secara sederhana. Dengan membuat alat yang murah, cukup hanya mengeluarkan uang sebesar Rp.200 ribu. Inovasi ini diberi nama Water Peat Purification Siak (WPPS).

“Syarat air bersih adalah tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa, jadi air gambut itu tidak memenuhi syarat, karena warna dan rasanya payau,” ujar Desi Yarsina, Senin (2/10/2017) kemarin.

Dijelaskan Desi, dengan masalah tersebut maka dirinya mencoba mengkombinasikan teori kimiawi dengan teori alir rambat sebagai filtrasinya.

Selanjutnya, jika telah terjadi pengendapan humat gambut ke bawah, air jernih kita alirkan ke dalam pipa filtrasi yg berisi pasir dan karbon aktif (arang). Setelah itu air bersih dapat dipergunakan.

alterntif text

Inovasi yang dilakukannya mendapat pengakuan sebagai Pemenang I Tenaga Kesehatan Teladan Kategori Paramedis Tingkat Propinsi Riau tahun 2016.

Alumni Unand Padang itu, sebelum mengabdi di Siak (ASN), sempat bekerja sebagai dosen D3 Keperawatan di Universitas Abdurrab Pekanbaru tahun 2005-2008.

Inovasi ibu tiga anak itu ternyata sangat diapresiasi Bupati Siak, Syamsuar sehingga dia sudah meminta untuk dilakukan kajian atau mengecek kualitas air.

“Jika berhasil kita bantu tiap rumah di kecamatan mengunakan inovasi ini, terutama kecamatan di lahan gambut,” kata Syamsuar dan merasa bangga atas kreatifnya perawat tersebut.

Sesuai data yang diperoleh Syamsuar di lapangan, proses penjernihan air ini modalnya tak sampai Rp 250 ribu per harinya bisa menghasilkan untuk 2 galon air.

“Saya tau yang menemukan inovasi tersebut, dia seorang perawat di Sungai Apit, dan pernah tercatat sebagai perawat terbaik nasional tahun 2016,” ucap Syamsuar.

Ia berpesan, jangan pernah puas dengan apa yang telah kita buat. Teruslah bekerja dan berkarya untuk semua orang. Kembangkan potensi dan tingkatkan kreativitas sehingga akan lahir inovasi-inovasi baru.(rls)

alterntif text
tunggu...

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here