Beranda Kesehatan MUI Pusat Tegaskan Vaksin Measles Rubella Belum Sertifikat Halal, Ini Efek Sampingnya

MUI Pusat Tegaskan Vaksin Measles Rubella Belum Sertifikat Halal, Ini Efek Sampingnya

1081
0
BERBAGI
alterntif text

JAKARTA (Infosiak.com) – Ketua Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Ma’ruf Amin memastikan, pihaknya sedang membahas persoalan pro kontra mengenai vaksin Measles dan Rubella (MR).

“Kami sedang membicarakannya. Insya Allah tidak ada masalah krusial soal itu,” ujar Ma’ruf saat dijumpai di Istana Presiden, Jakarta, Rabu (1/8/2018).

DPRD

Ma’ruf sekaligus membenarkan bahwa MUI belum memberikan vaksin itu dengan label halal.

Ma’ruf mengatakan bahwa meskipun belum diberikan label halal, sebuah obat atau vaksin tetap dapat digunakan masyarakat dengan metode yang lain.

“Kalau ada obat, vaksin, tapi dia tidak halal, tapi tidak ada yang lain lagi dan itu diperlukan, kan ada caranya untuk tetap bisa digunakan,” ujar Ma’ruf.

Meski belum diketahui apa solusi terkait pro kontra vaksin tersebut, Ma’ruf memastikan akan juga berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan guna mencari jalan keluarnya.

Diberitakan, Indonesia secara serentak menggelar kampanye Measles dan Rubella (MR), Rabu ini.

Meski demikian, penolakan sejumlah orangtua murid mewarnai kampanye ini.

Salah satunya terjadi di MTS Negri 1 Balikpapan. Dr.Esther Vonny K, MMR, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mengatakan bahwa MR atau vaksin campak untuk memberi perlindungan manusia terhadap campak.

Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan bulan ini akan kembali melakukan vaksin MR.

Program ini berlangsung dari Agustus hingga September 2018.

Apa itu Imunisasi MR?

Vaksin MR merupakan kombinasi vaksin campak atau Measles (M) dan Rubella (R).

Vaksin MR (vaksin campak dan rubella) diberikan untuk mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan oleh virus campak dan rubella (campak jerman).

Seperti diketahui, campak dan rubella merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus.

Penularan kedua penyakit ini biasanya melalui saluran napas, terutama dari kontak langsung dengan penderita yang terinfeksi melalui batuk atau bersin.

Pemberian imunisasi MR adalah untuk merangsang terbentuknya imunitas ataukekebalan terhadap penyakit campak, dan campak jerman Campak adalah penyakit yangdisebabkan oleh virus yang dapat mengakibatkan terjadinya demam, nyeri sendi, batuk, pilek,mata merah, dan bercaK-bercak berwarna merah pada kulit.

Campak Jerman adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang dapat mengakibatkan terjadinya demam, nyeri sendi, batuk, pilek, pembengkakan kelenjar di sekitar leher, dan bercak-bercak berwarna merah pada kulit.

Imunisasi ini diberikan pada bayi usia 9 bulan sampai 15 Tahun, dengan catatan dalam keadaan sehat.

Cara pemberian imunisasi MR dengan menyuntikan vaksin MR secara subkutan (dibawah kulit), dengan dosis penyuntikan vaksin MR untuk satu orang anak adalah 0,5ml.

Efek samping pemberian imunisasi MR amat bervariasi antara anak yang satu dengan anak yang lain.

Efek samping yang paling sering dan umum terjadi pada anak adalah demam, dan efeksamping yang jarang terjadi diantaranya dapat berupa sakit kepala, muntah, bercak berwarnaungu pada kulit, nyeri di daerah tangan atau kaki dan leher yang terasa kaku.

Sumber : Kompas
Editor : Afrijon

Komentar Facebook Disini Bro

orang komentar