Beranda KESEHATAN Kenapa Jenazah Korban Positif COVID-19 Dibungkus Plastik?

Kenapa Jenazah Korban Positif COVID-19 Dibungkus Plastik?

248
Print Friendly, PDF & Email

JAKARTA (Infosiak.com) – Ratusan pasien korban COVID-19 sudah dimakamkan dengan protap yang ketat. Peneliti Bidang Mikrobiologi, Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sugiyono Saputra, memberi penjelasan mengapa jenazah terkait COVID-19 harus melewati prosedur yang rumit.

Salah satu prosedur itu adalah penggunaan plastik mulai dari jenazah, lapisan dalam peti, hingga bagian luar peti. Menurut dia, hal itu bisa berasal dari rujukan Organisasi Kesehatan dunia (WHO), saat masa wabah Ebola menyeruak. Penggunaan plastik adalah bentuk antisipasi agar tidak ada bagian yang bocor.

Baca Juga:  Kebutuhan Transfusi Tinggi, Stok Darah di RSUD Siak Nyaris Kosong

“Jadi kalau misalnya pakai kain kafan biasa itu terus pembusukan terjadi, bisa jadi ada kebocoran dan ditakutkan mungkin virusnya masih hidup. Makanya harus pakai plastik, biar kebocoran sangat minimal,” kata dia.

1. Sebetulnya, beberapa jam setelah jenazah dikuburkan, virus corona mati

Baca Juga:  Video Conference Bersama Para Camat, Alfedri Perintahkan Sosialisasi Penyebaran Covid 19

Walaupun demikian, penggunaan plastik adalah bentuk kehati-hatian, karena dalam beberapa jam, virus corona memang akan ikut mati ketika jenazah sudah dimakamkan.

Maka dari itu, proses pemakaman menjadi sangat penting agar menjauhkan kontak langsung manusia.

“Untuk istilahnya mengubur organisme penyebab kematian itu sekaligus,” ujarnya.

Baca Juga:  Kisah Penjaga Kamar Mayat di Rumah Sakit Riau Menjahit Organ Manusia

 

Sumber : IDNTimes
Editor : Afrijon

loading...