Beranda Kep. Meranti Kapal Tenggelam di Perairan Riau, Satu Penumpang Hilang

Kapal Tenggelam di Perairan Riau, Satu Penumpang Hilang

322
Print Friendly, PDF & Email

PEKANBARU (Infosiak.com) – Sebuah kapal kayu atau pompong pengangkut penumpang tenggelam di laut Perairan Selat Air Hitam, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Minggu (23/9/2018).

Pompong tenggelam diduga tersenggol oleh sebuah kapal besi. Dalam peristiwa kecelakaan laut itu, satu orang penumpang hilang dan masih dalam pencarian.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP La Ode Proyek mengatakan, satu penumpang yang hilang bernama Supri (20), pekerja buruh dari Pulau Jawa.

Baca Juga:  Kapal Perang TNI Beri Tembakan Peringatan 2 Kapal Pemerintah Vietnam

“Kita masih mencari satu korban yang hilang. Pencarian dilakukan oleh Tim Basarnas, BPBD, Polisi Air, dan jajaran Polres Meranti,” kata La Ode saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu.

Menurut dia, kecelakaan laut ini terjadi di Desa Mekong, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kepulauan Meranti sekitar pukul 02.30 WIB.

Awalnya, pada Sabtu (22/9/2018) sekitar pukul 23.00 WIB, para penumpang berangkat dengan pompong milik Asai menuju Selat Panjang. Mereka baru saja di PHK dari tempat bekerjanya.

Baca Juga:  Kapal Perang TNI Beri Tembakan Peringatan 2 Kapal Pemerintah Vietnam

Ada pun identitas korban yang selamat dari kecelakaan laut itu , di antaranya Wirdati Ningsih (46), Hendra Wijaya (18), Sulastri (16), dan Pardi (30).

“Dalam perjalanan menuju Selat Panjang, pompong korban diduga tersenggol oleh kapal besi yang belum diketahui identitasnya sehingga, pompong tenggelam,” kata La Ode.

Baca Juga:  Kapal Perang TNI Beri Tembakan Peringatan 2 Kapal Pemerintah Vietnam

Pada saat itu, para penumpang berusaha berenang ke tepi laut. Sementara itu, Supri tidak ditemukan.

“Korban yang hilang masih kita cari. Sementara korban yang selamat, saat ini sudah mendapat perawatan di rumah sakit,” tambah La Ode.

Pencarian Supri dilakukan petugas gabungan dari kepolisian, Basarnas, Polres Meranti, polisi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sekitar.

Sumber : Kompas
Editor : Afrijon

loading...