Beranda Pertanian Bingung Duit Pesangon Mau Dikemanakan? Coba Ikuti Jejak Pak Agus Perawang

Bingung Duit Pesangon Mau Dikemanakan? Coba Ikuti Jejak Pak Agus Perawang

866
0
BERBAGI
alterntif text

PERAWANG (Infosiak.com) – Banyak pekerja di Perawang Kecamatan Tualang yang bingung setelah berhenti bekerja. Bahkan tak tau mau dikemanakan uang pesangon dari perusahaan tempat sebelumnya bekerja. Meski ada yang berhasil, namun tak kalah banyak juga yang gagal dalam menjalankan usaha. Hal ini berkemungkinan tidak terbiasa dengan suasana baru yang sebelumnya hanya berkutat di dalam pabrik ataupun rutinitas kantor.

Menurut Lurah Perawang Yudha Rajhasa S.STP sebelum terjun ke dalam dunia usaha, semestinya perlu dilakukan kajian dan pembelajaran sebelum terjun langsung dalam menggeluti dunia usaha. “Bagi karyawan perusahaan yang sudah berhenti dan bingung duit PHK mau buat apa atau sudah punya rencana ingin buat sebuah usaha sebaiknya perlu belajar terlebih dahulu,” kata Yudha kepada Infosiak.com, kemarin.

Lurah Perawang menyebutkan bagi pekerja yang telah berhenti bekerja dari perusahaan dapat mengikuti jejak Pak Agus King warga KPR 1 Kelurahan Perawang. Saat ini mantan Karyawan PT Indah Kiat bagian PUP itu menjalankan usaha budidaya ikan lele sistem biofloc di halaman rumah.

Baca Juga:  Hebat.! Pemkab Siak Kirim 32 Petani Ikuti Pelatihan di BLK Bandung

Sebelum memulai usaha budidaya ikan lele, pria 55 tahun ini terlebih dahulu mempelajarinya dari berbagai sumber, bahkan sampai ikut training di daerah Depok Provinsi Jawa Barat. Mulai dari tempat hingga cara memberikan dan mencampur pakan agar sesuai dengan kebutuhan ikan.

Berbeda dengan ternak lele yang konvensional, pada sistem biofloc tidak diperlukan lahan kolam yang luas, namun tetap bisa mendapatkan hasil panen yang memuaskan. “Kolam buatan menggunakan bahan terpal dengan rangka besi namun dengan kualitas air yang ditingkatkan menggunakan kompresor (airator) untuk sirkulasi oksigen dalam kolam,” ujar Agus.

Selain itu, budidaya ikan dengan menerapkan teknologi biofloc berarti memperbanyak bakteri/mikroba yang menguntungkan dalam media budidaya ikan, sehingga dapat memperbaiki dan menjaga kestabilan mutu air, menekan senyawa beracun seperti amoniak, menekan perkembangan bakteri yang merugikan (bersifat pathogen) sehingga ikan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Baca Juga:  Bappeda Riau, Apresiasi Irigasi Bungaraya 

Agus mengatakan untuk pemula yang ingin berbisnis Lele biofloc ini, dirinya siap membimbing masyarakat Perawang yang tertarik ingin mengikuti jejaknya.

Pakan ternak lele ini Agus menggunakan pelet. Namun ada trik bagaimana cara agar bisa menghemat pakan hingga 50% yakni dengan mencampur air probiotik dengan pelet sehingga pelet akan mengembang.

“Kini teknologi terbaru yang saya terapkan yaitu Biomaxi RAS Ventury System. Dimana air yang ada dalam kolam di sirkulasi, di saring menggunakan dakron, ijuk, karbon aktif, batu bata merah dan ujung masing-masing kolam dipasang pipa Ventury untuk meningkatkan Nano Oxygen dan airator tetap dihidupkan karena lele dalam kolam padat, kapasitas 4000 ekor untuk kolam diameter 2 meter, sedangkan untuk kolam konvesional 1m3 isi ikan hanya 100 ekor, sedangkan Biofloc kapasitas 1000 ekor/m3,” terangnya.

Selengkapnya lihat video di sini:


Laporan : Afrijon
Editor : Afrijon

Komentar Facebook Disini Bro

orang komentar