Beranda Pariwisata Kurang Menyentuh Masyarakat, Event Tour de Siak Menuai Berbagai Kritik

Kurang Menyentuh Masyarakat, Event Tour de Siak Menuai Berbagai Kritik

282
0
BERBAGI
alterntif text
alterntif text

SIAK (Infosiak.com) – Kejuaraan balap sepeda tahunan yang dikemas dalam ajang Event Tour de Siak (TdS) 2017 tinggal menghitung hari. Sesuai rencana Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Siak melalui Dinas Pariwisata (Dispar) akan menggelarnya pada akhir November 2017 mendatang.

Event TdS yang konon disebut-sebut sebagai salahsatu ikon penunjang kepariwisataan di Kabupaten Siak itu, ternyata menuai berbagai kritik dari masyarakat. Pasalnya, kegiatan TdS dinilai hanya sebuah ajang seremonial yang manfaatnya sama sekali tidak bisa dinikmati oleh masyarakat luas, bahkan dinilai sebagai suatu kegiatan dengan tanda kutip “Pemaksaan Anggaran”.

Sebagaimana dikemukakan oleh Alfian (35), salah seorang warga Kecamatan Mempura yang mengaku kurang setuju dengan digelarnya TdS di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang mengalami pengurangan seperti yang tengah dirasakan saat ini.

“Kalau menurut saya, sebaiknya untuk tahun ini TdS ditunda saja, karena masih banyak hal-hal penting lainnya yang perlu dilakukan oleh Pemkab Siak, apalagi saat ini katanya keuangan daerah sedang tidak stabil, alangkah baiknya jika anggaran TdS itu digunakan untuk membantu masyarakat miskin, atau untuk pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat di kampung-kampung,” ujar Alfian, Kamis (23/11/2017) sore, saat berdiskusi dengan Infosiak.com.

Hal senada juga dikemukan oleh Firdaus (40), salah seorang warga Kecamatan Dayun yang juga mengaku kurang setuju dengan adanya event TdS di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang dilanda rasionalisasi.

“Kalau kita bicara soal keuangan (APBD, red) Siak, sering kali kita dengar katanya anggaran sedang minim, namun ternyata tahun ini Pemkab Siak masih juga nekad untuk menggelar TdS, sedangkan untuk penyelenggaraan TdS itu tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan,” papar Firdaus, dengan nada bertanya-tanya.

Baca Juga:  Mentor Tim IKKON sebut Potensial Wisata ada pada Danau dan Sungai Siak

Menilik dari kegiatan TdS di tahun-tahun sebelumnya, pada ajang TdS tahun 2016 lalu, tidak ada satu pun Pebalap lokal (asli asal Siak, red) yang mampu meraih juara sejak etape awal hingga etape akhir. Sehingga sangat tidak tepat bila Event TdS dijadikan alasan sebagai salahsatu sarana untuk mencetak ataupun melahirkan atlet lokal yang hebat dan handal.

Pada putaran IV (etape terakhir, red) TdS tahun 2016 lalu, Pebalap asal PT Bumi Siak Pusako atas nama Zerry Riyadi yang konon merupakan Pebalap dari salahsatu Perusahaan yang ada di Kabupaten Siak hanya mampu menempati posisi ke-2 (juara II). Sedangkan posisi pertama (juara I) diraih oleh Pebalap asal Perusahaan Gas Negara (PGN) atas nama Alvin Firlandi, dan posisi ke-3 diraih oleh Pebalap asal BRC Banyuwangi atas nama Nur Afif Prayogo.

Yang lebih menyedihkan lagi, pada Etape I II dan III TdS tahun 2016 lalu, yang tampil mendominasi jalannya pertandingan justeru para Pebalap dari Mancanegara (luar negeri, red), yakni para Pebalap asal Negara Vietnam. Yang mana mereka (Pebalap Vietnam, red) berhasil menyabet dan membawa pulang hadiah-hadiah yang telah disediakan oleh Panitia yang dibiayai melalui APBD Siak.

Jika pelaksanaan TdS beralasan sebagai sarana “Penunjang Kepariwisataan”, agar para Wisatawan ramai berkunjung ke Kota Siak. Tanpa adanya TdS pun, Kota Siak Sri Indrapura selalu ramai dikunjungi oleh para Wisatawan, terutama pada saat hari libur dan hari-hari besar Nasional. Sebab Negeri Siak memang sudah cukup termasyhur (dikenal, red) dengan segala potensi dan obyek wisata yang dimiliki.

Jika pelaksanaan TdS beralasan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, sudah barang tentu yang akan meningkat ekonominya hanyalah sebagian kecil para Pedagang dan Pengusaha (penyedia jasa, red) yang dilibatkan dalam kegiatan TdS, itu pun hanya akan dirasakan oleh mereka yang tinggal di sekitar Kota Siak saja.

Baca Juga:  Mentor Tim IKKON sebut Potensial Wisata ada pada Danau dan Sungai Siak

Sungguh miris, jika ternyata Event TdS yang hanya berlangsung selama sekitar Empat atau Lima hari itu, harus menyisakan gejolak bathin di hati masyarakat, karena telah menghabiskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Siak yang tidak sedikit, bahkan diperkirakan hingga mencapai miliaran rupiah.

Sementara di satu sisi, untuk merealisasikan suatu kegiatan yang dibutuhkan oleh rakyat (masyarakat, red), seperti peningkatan fasilitas jalan di beberapa kampung, perbaikan fasilitas ruang kelas di beberapa sekolah, peningkatan fasilitas umum di beberapa kecamatan, dan lain sebagainya, Pemkab Siak rela menundanya dengan alasan sedang tidak ada duit/anggaran.

Bahkan yang lebih menyedihkan lagi, pada beberapa waktu lalu, Puluhan tenaga Honorer yang bekerja di sejumlah instansi Pemerintah di lingkungan Pemkab Siak terpaksa harus dirumahkan (diberhentikan, red), dengan alasan saat ini sedang tidak ada anggaran (uang, red) untuk membiayai operasional mereka. Namun untuk menggelar suatu Event yang membutuhkan biaya hingga miliaran rupiah, Pemkab Siak tidak pernah beralasan soal anggaran.

Terkait TdS 2017, beberapa waktu lalu Infosiak.com mencoba mengkonfirmasi Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak H Fauzi Asni, untuk memastikan berapa besar anggaran (APBD) Siak yang akan dikucurkan untuk penyelenggaraan TdS tahun ini, namun anehnya Kadis Pariwisata Siak itu justeru menyarankan agar awak media menanyakannya kepada PPTK.

“Saya kan tak hafal berapa, tanyakan saja pada PPTKnya, karena mereka yang tau teknisnya,” jawab Fauzi Asni, belum lama ini. (Tok)

Komentar Facebook Disini Bro

orang komentar