Beranda Pariwisata Kehadiran Syamsuar Bawa Angin Segar Ribuan Masyarakat Saksikan Pacu Jalur

Kehadiran Syamsuar Bawa Angin Segar Ribuan Masyarakat Saksikan Pacu Jalur

6
0
BERBAGI

KUANSING (Infosiak.com) – Kehadiran tokoh masyarakat Riau, Drs H Syamsuar MSi, pada final pacu jalur rayon II di Tapian Gudang Pulau Gobah, Desa Sungaipinang, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuansing, Riau, membawa angin segar bagi ribuan masyarakat yang menyaksikan olahraga tradisional yang sudah ada sejak seratusan tahun silam.

Ucapan terima kasih lewat pengeras suara oleh pihak panitia, berkali-kali diutarakan kepada Syamsuar, seraya membawa berlangsungnya pacu jalur.

“Suatu kebanggaan bagi masyarakat Sungaipinang, Kuansing, atas kehadiran Pak Syamsuar yang juga Bupati Siak,” kata Raja Masran alias Buyung.

Raja Masran juga menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Syamsuar, kiranya bisa mempromosikan pacu jalur ini hingga mendunia. Apalagi diketahui sebagai daerah wisata Siak cukup banyak dikunjungi pelancong.

Kehadiran orang nomor satu di Negeri Istana itu disambut Kadis Pariwisata Kuansing, Marwan, sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Dalam bincang-bincang dengan Marwan, Syamsuar sempat melemparkan ide untuk tukar promosi kedua daerah. Caranya, Marwan diminta memberikan tamplete yang berisikan kelender wisata Kuansing yang nantinya diberikan kepada pelancong yang datang ke Siak.

“Tentunya, Siak juga akan memberi tamplete ke Kuansing tentang kelender wisata Siak yang diharapkan dibagikan kepada wisatawan yang datang ke sini. Kerja sama ini murah namun efektif. Nanti, silakan hubungan Kadis Pariwisata Siak, Pak Fauzi,” kata Syamsuar.

Baca Juga:  Dinas Pariwisata Akan Pasang Videotron di Depan Istana Siak

Sesaat Syamsuar berbincang-bincang dengan Marwan, pacu jalur putaran keduapun dilepaskan. Sorak-sorai dari penonton di bibit Suangaipinang bergemuruh. Budak-budak di atas batang sangking serunya, sampai mengoyang-goyangkan dahan pokok kayu. Ada juga anak-anak di atas pohon, duduk di dahan berteriak sambil menguncang-guncangkan dahan tempat dia bertahan.

Penonton lainnya yang sebelumnya berdiri di belakang tenda utama melangkah maju hingga membuat Syamsuar “terjepit” di antara warga yang lainnya. Para penonton itu, ingin melihat secara jelas timnya sampai ke garis finish. Sebab, jika dari belakang hal itu tidak terlihat. Begitu mengetahui siapa pemenangnya, warga kembali ke tempat semula.

Sudah menjadi adatnya, pada setiap tim pacu jalur yang baru saja berlomba, melintas tenda utama tamu undangan, kemudian tamu kehormatan, Syamsuar memberi semangat dengan melempar bungkusan plastik asoi yang berisikan jeruk. Selain itu, Syamsuar juga melemparkan beberapa bungkus rokok dari berbagai merek yang sudah dipersiapkan.

alterntif text

Selain memberi semangat itu, Syamsuar juga memberi semangat, menambah nilai hadiah, berupa uang tunai sebesar Rp10 juta kepada panitia.

Baca Juga:  DPRD Siak Gelar Paripurna Penyampaian LKPj Bupati 2015 dan Laporan AMJ 2011-2016

Usai memberi semangat, dihadapan Syamsuar, di seberang suangai, terlihat puluhan ekor kaluang atau keluang berterbangan dari pohon. Spontan Syamsuar mengatakan, “Indah. Ini bisa dijual kepada pelancong luar negeri, di sana mana ada keluang macam gini,” ucap Syamsuar dan diamini Marwan.

Syamsuar juga menyebutkan, melihat antusias warga yang menonton, dia berpendapat pada sisi kanan dan kiri, khususnya tempat warga menonton, perlu dikasi turap. Tujuannya, agar bibir sungai tidak runtuh dan penontonpun terjamin keselamatannya. Apalagi bibir sungai sangat labil.

“Ya, Pak. Nampaknya menunggu Gubernur Riau yang baru, Pak. Paling tidak sepanjang 200 meter turap dibangun di sini,” kata tokoh masyarakat setempat, Hermalis, sambil menepuk-nepuk pundak Syamsuar yang duduk di sebelahanya.

Pacu jalur rayon II di Suangaipinang ini, panjang jalurnya 1,2 kilometer, diikuti 40 peserta dan yang masuk ke babak final sebanyak 10 tim pacu jalur. Setelah, usai pacu jalur rayon II ini dilanjutkan pacu jalur rayon III di Kecamatan Baserah. Sebelumnya, kegiatan yang sama di rayon 1 sudah berlangsung di Cerenti, dan rayon IV Kecamatan Sentajoraya.

Baca Juga:  Bupati Syamsuar Letupkan Meriam Buluh di Tepian Sungai Jantan

Akhir pacu jalur di tingkat kecamatan ini, setiap rayon diambil empat pemenang bertarung lagi di tingkat kabupaten di Tapian Narosa.

Kegiatan tradisional pacu jalur di Tapain Narosa sudah menjadi warisan budaya nasional, dan dilaksankan setiap tahunnya pada bulan Agustus menyambut kemerdekaan hari RI.

Menurut Syamsuar, warisan budaya nasional ini perlu ditingkatkan lagi hingga menjadi warisan internasional. Hal ini sangat memungkin apalagi berbagai objek wisata di Kuansing cukup potensi untuk dijual kepada pelancong. Ada pemandian air panas dan ada air terjun.
Namun, saran Syamsuar, sebelumnya harus dilakukan penataan pedagang sehingga tersusun rapi dan perlu penataan parkir. Selain itu, perlu pembangunan infrastruktur yang memadai.

Hingga matahari terbenam, pacu jalur rayon II itu belum juga selesai. Mengingat azan Magrib berkomandan, final pacu jalur dihentikan sejenak dan Syamsuar masih betahan. “Terima kasih Pak Syamsuar yang masih bertahan hingga saat ini,” kata sang MC.

Usai azan, pacu jalur final itu dimulai lagi. Selanjutnya, setelah melaksanakan Salat Magrib berjemaah Syamsuar menyerahkan hadiah.(rls)

http://www.infosiak.com/

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here