Beranda Lingkungan Padahal Padat Penduduk, Mengapa PT BIM Izinnya di Keluarkan?, Nugrik: Jangan Salahkan...

Padahal Padat Penduduk, Mengapa PT BIM Izinnya di Keluarkan?, Nugrik: Jangan Salahkan Desa

541
0
BERBAGI
alterntif text

DAYUN (Infosiak.com) – Penghulu Kampung Dayun Kecamatan Dayun memberikan penjelasan singkat terkait asap hitam yang di keluarkan pabrik pengelohan kelapa sawit PT. BIM yang belakangan ini menjadi sorotan kawasan masyarakat di sekitar pabrik yang sudah berdiri hampir 2 tahun di Kabupaten Siak tersebut.

Baca Juga:  Pentingnya Sekat Kanal Solusi Jangka Pendek Atasi Kebakaran Lahan Gambut

Nugrik selaku Penghulu Kampung Dayun memberikan penjelasan tersebut diantaranya, pihak Desa sudah selalu menjumpai pihak perusahaan PT BIM terkait asap hitam yang jelas sudah mencemari udara bebas dan sangat berbahaya bagi kesehatan, namun apa yang dilakukan pemerintah Desa selalu saja pihak perusahaan mengatakan dan beralasan siap dan akan segera kita laksanakan yang menjadi keluhan agar asap yang dikeluarkan tak hitam lagi.

Baca Juga:  Bakar Lahan, Pria Paruh Baya di Perawang ini Ditangkap Polisi
DPRD

“Tapi apa yang menjadi keluhan tidak di gubris,” jelas Penghulu Kampung Dayun pada wartawan Infosiak.com, Senin (16/4/2018).

Bahkan pihak desa sudah pernah menyarankan agar menambah ketinggian cerobong asap milik perusahaan, paling tidak dua kali setengah rabung/atap paling tinggi bangunan disekitar kawasan pabrik.

Ada beberapa penjelasan dan pernyataan yang diberikan pada media, ia mempertanyakan terkait izin pabrik perusahaan. “Mengapa pabrik itu diberikan izinnya pada hal daerah ini kan daerah pemukiman padat penduduk,” katanya.

“Coba aja bang tanya pada dinas terkait yang ada di kabupaten Siak,” sebutnya.

Menurutnya Desa tidak mau disalahkan dan menjadi umpan balik dari dinas yang berwenang. “Saya sudah menjalankan apa yang menjadi sorotan terkait cerobong asap hitam pekat PT BIM saya tidak mau pemerintah desa yang menjadi kambing hitamnya,” kata penghulu termuda di Kabupaten Siak itu.


Laporan : Masroni/Robot
Editor : Afrijon

Komentar Facebook Disini Bro

orang komentar