Beranda Bisnis Imbas Kenaikan Harga CPO Sawit, Harga Minyak Goreng Melambung di Pasaran

Imbas Kenaikan Harga CPO Sawit, Harga Minyak Goreng Melambung di Pasaran

35
Print Friendly, PDF & Email

JAKARTA (Infosiak.com) – Harga minyak goreng meroket. Berdasarkan penuturan pedagang di Pasar Jaya Gondangdia, Jakarta Pusat, kenaikan terjadi sejak sepekan. Pedagang tak mengetahui secara pasti penyebab naiknya harga salah satu dari 9 bahan pokok (sembako) itu.

Namun, yang diketahui salah satu penjual sembako di Pasar Gondangdia, Yuni, penyebab harga minyak goreng naik karena minyak sawit juga banyak digunakan untuk bahan bakar, salah satunya bioavtur untuk pesawat. Setidaknya itu informasi yang dia dapatkan.

“Yang saya tahu katanya kelapa sawitnya dipakai untuk itu ya, bahan baku buat bahan bakar pesawat ya, dari sejak itu sih infonya (harga minyak goreng naik),” katanya kepada detikcom, Selasa (26/10/2021).

Baca Juga:  Dinas ESDM Riau Sebut Produksi Minyak Bumi di Negeri Lancang Kuning Menurun

Dia menjelaskan naiknya harga minyak goreng terjadi secara bertahap. Terakhir kali mengalami kenaikan pada Sabtu lalu.

“Naiknya sih bertahap ya cuma kemarin terakhir itu hari Sabtu ya,” sebutnya.

Minyak goreng kemasan yang dia jual per liter kini sudah menyentuh Rp 19 ribu dari normalnya Rp 16-17 ribu. Lalu harga minyak goreng curah biasanya dijual sekitar Rp17 ribu, sekarang sudah Rp19 ribu.

Baca Juga:  Diskop Siak Usulkan Bantuan Rp280 Juta untuk 24 Wirausaha Pemula di Siak

Pedagang sembako lainnya, Suti sama sekali tidak tahu penyebab harga minyak goreng bisa meroket. Yang pasti, kenaikan harga sudah terjadi dari pemasok atau agen. Mau tidak mau dia ikut menaikkan harga jual ke konsumen.

“Kurang tahu saya (penyebab harga minyak goreng naik), saya jual di sini ya, (dari pemasok) naik ya saya ikut naik, paling kita ambil (untung) Rp1.000-Rp 1.500, sama kuli gitu aja,” tuturnya.

Dia menjelaskan harga minyak goreng naik sudah seminggu lebih. Harga minyak goreng kemasan yang dia jual per liter sudah menyentuh Rp 18 ribuan dari normalnya Rp13-14 ribu.

Baca Juga:  Menjadi Seorang Youtuber? Kenapa Tidak!

Sebelumnya Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, OkeNurwan mengatakan kenaikan harga minyak goreng dikarenakan pengaruh dari kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). Dia bilang hal ini dipengaruhi mekanisme pasar, di mana harga CPO yang tinggi ikut mengerek kenaikan harga produk turunannya.

“Harga minyak goreng tetap mengikuti mekanisme pasar. Saat ini harga minyak goreng sangat dipengaruhi oleh kenaikan harga CPO,” katanya.

Laporan: Atok
Sumber: Detik.com

loading...