Beranda Hukrim Kapolri Tito: Narkotika Bisnis yang Menggiurkan, Jadi Problem Dunia

Kapolri Tito: Narkotika Bisnis yang Menggiurkan, Jadi Problem Dunia

215
0
BERBAGI
alterntif text

JAKARTA (Infosiak.com) – Bisnis narkotika menjadi bisnis yang sangat menggiurkan. Maraknya peredaran narkotika tidak hanya menjadi masalah bagi Indonesia, akan tetapi di negara maju lainnya di seluruh belahan dunia.

“Narkotika ini bisnis besar, di Amerika juga jadi problem, di Eropa menjadi problem, di semua belahan dunia jadi problem,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/2/2018), sebagamana dilansir laman Detik.

Baca Juga:  BNNP Riau Bakar Setengah Kilogram Sabu Disita dari Tersangka Pria asal Perawang
DPRD

Jaringan narkotika seakan tidak berhenti, meski para pelaku yang terlibat menyadari risiko yang sangat tinggi.

“Kenapa bisnis narkoba ini bisnis yang menggiurkan crime does pay, jadi kejahatan narkotika dianggap menguntungkan dibanding risikonya,” tutur Tito.

Berbagai cara dilakukan jaringan untuk menyelundupkan narkotika ke Indonesia. Sejumlah modus mulai dari menggunakan barang-barang tertentu hingga modus body wraping sampai ditelan (swallow) pun dilakukan para pelaku.

Baca Juga:  Polda Riau Blender 32,51 Kg Shabu dan 43.123 Ekstasi

“Mereka kembangkan modus operandi baru untuk mengelabui petugas. Kita lihat mulai tadinya di dalam tas, dimakan dalam perut banyak keungkap. Mereka cari modus baru, sekarang mesin cuci–ini modus baru–dianggapnya cuma mesin cuci lewat custom, dikelabui,” imbuhnya.

Selain kejelian petugas, Polri akan mengembangkan kemampuan dalam mendeteksi masuknya narkotika. Salah satunya dengan menyiagakan anjing pelacak.

“Termasuk anjing yang khusus untuk melacak narkotik dan tidak menutup kemungkinan mereka berusaha mengelabui aparat petugas hukum mulai dari kepolisian, Bea-Cukai dan instansi lain karena ini bisnis besar,” tambahnya.

Seperti yang dilakukan jaringan tersangka Lim Toh Hing, WN Malaysia yang akhirnya ditembak mati polisi. Jaringan Hing diketahui sudah 6 kali menyelundupkan narkotika ke Indonesia.

Tiga kali di antaranya berhasil digagalkan. Dua kali digagalkan oleh aparat Polres Metro Jakarta Utara, denfan barang bukti terakhir 2 Kg sabu dan uang tunai Rp 2,7 miliar.

Terakhir, pada 7 Februari 2018, jaringan Hing juga kembali menyelundupkan 240 Kg sabu dalam mesin cuci. Namun dalam upaya kali ini terdeteksi tim Satgas Khusus Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya. Di bawah pimpinan Kombes Herry Heryawan dan Kombes Suwondo Nainggolan, jaringan pelaku ini dibekuk di pergudangan di kawasan Dadap, Kota Tangerang.(*)

Komentar Facebook Disini Bro

orang komentar