Beranda Headline Opini Maraknya Peredaran Narkoba

Maraknya Peredaran Narkoba

283
0
BERBAGI
alterntif text

BANYAK permasalahan di Indonesia yang perlu diatasi dengan segera, baik permasalahan dalam bidang ekonomi, politik, sosial, dan sebagainya. Untuk saat ini permasalahan yang sedang fokus ditangani di Indonesia yaitu permasalahan peredaran narkoba. Penyalahgunaan terhadap benda terlarang ini sudah begitu maraknya. Benda haram ini menyebar seperti virus. Bahkan ada selogan yang menyebutkan bahwa “Indonesia Darurat Narkoba”. Selogan tersebut sangatlah benar, dikarenakan banyak sekali kasus-kasus di Indonesia yang berkaitan dengan peredaran narkoba yang semakin marak terjadi akhir-akhir ini. Kasus narkoba di Indonesia seperti air yang mengalir dan tiada putus-putusnya.

Narkoba merupakan masalah yang sangat besar dan berdampak buruk bagi pemakainya, Narkoba tidak menjanjikan kesehatan kepada pengguna, narkoba hanya akan membuat pemakai yang semula nya memiliki tubuh yang sehat dan bugar menjadi sakit dan kesehatan menurun sehingga muncul berbagai penyakit. Saat ini narkoba bukan hanya menyentuh level masyarakat awam, namun juga di konsumsi oleh pablik figur yang notabene merupakan contoh bagi masyarakat.

Peredaran narkoba semakin meraja lela. Penyalahgunaan terhadap benda haram ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi pengguna. Narkoba sangat banyak digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggunng jawab pada diri sendiri,keluarga dan bahkan kepada negaranya. Pengedar narkoba sangat tergiur dengan bisnis haram ini karena banyak menghasilkan uang. Tanpa disadari Indonesia telah di jajah kembali, tidak melalui dengan peperangan tetapi hal nya dengan mempengaruhi generasi muda Indonesia dengan narkoba.

Meski saat ini , lowongan pekerjaan di Indonesia sulit didapatkan, Akan tetapi tidak semestinya bekerja sebagai pengedar narkoba. Masih banyak pekerjaan lain yang menghasilkan uang halal. Jika dibanding dengan pekerjaan yang haram dan menghasilkan uang yang haram pula. Banyak sekali kerugian bagi orang yang bekerja sebagai pengedar narkoba apa lagi jika sampai menggunakannya. Pemakai dan pengedar narkoba akan di hindari oleh kalangan masyarakat, akan di anggap sebagai sampah masyarakat, kurang di senangi oleh masyarakat, di anggap sebagai orang jahat dan di pandang sebelah mata bagi orang banyak. Peredaran Narkoba Makin Mengkhawatirkan, meski setiap hari ada saja para pengedar dan bandar yang tertangkap, namun peredaran narkoba seolah tak bisa dibasmi, bahkan zat berbahaya ini menyebar bak virus.

Menurut data dari Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Ali Djohardi menyebut 80 persen masyarakat Indonesia mengetahui jenis dan bahaya narkoba. Namun, anehnya, tingkat penyalahgunaan narkoba di Indonesia masih tinggi.

Badan Narkotika Nasional menemukan adanya narkoba jenis baru sepanjang 2017. Kepala BNN Komjen Budi Waseso mengatakan, dari 800 jenis narkoba, baru yang dilaporkan di dunia, 68 jenis di antaranya ditemukan di Indonesia. Narkoba yang telah ditemukan sepanjang tahun 2017 berjumlah 68 jenis narkoba. Dari jumlah itu baru 60 yang masuk Undang-Undang Kesehatan, 8 jenis lainnya belum masuk UU Kesehatan, 8 jenis narkoba lainnya tidak di beri tahu nama dan bantuknya, karena takut di gunakan juga” kata Budi saat jumpa pers di kantor BNN, Jakarta Timur. Budi memastikan, 68 jenis narkoba itu benar-benar baru. Bukan hanya modelnya, melainkan juga bahan pembuatannya. Penyalahgunaan terhadap narkoba merupakan masalah yang sangat besar. Mungkinkah masalah narkoba ini bisa terselesaikan?

Menurut pria yang kerap disapa Buwas di ASEAN, Indonesia adalah pangsa pasar terbesar untuk penjualan narkoba, sedangkan Negara pengimpor adalah China dan Thailand. Pada tahun 2015,telah diamankan 3 Ton sabu, yang berarti menyelamatkan banyak generasi muda. 1 gram saja bisa diguna kan untuk 5 orang. Jadi dengan mengamankan 3 Ton sabu, sudah berapa jiwa yang terselamatkan ? Setiap tahun sekitar 15 ribu jiwa melayang karena narkoba. Pengguna Narkoba paling banyak di usia prodiktif 30 – 40 tahun. Tentunya ini menjadi perhatian bersama untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya Narkoba.

Data Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait pengguna narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di 2014 menyebutkan, 22 persen pengguna narkoba di Indonesia merupakan pelajar dan mahasiswa. Sementara, jumlah penyalahgunaan narkotika pada anak yang mendapatkan layanan rehabilitasi pada 2015, tercatat anak usia di bawah 19 tahun berjumlah 348 orang dari total 5.127 orang yang direhabilitasi di tahun itu.

Sedangkan jumlah tersangka kasus narkotika berdasarkan kelompok umur pada 2015 yakni anak usia sekolah dan remaja di bawah 19 tahun berjumlah 2.186 atau 4,4 persen dari total tersangka. Padahal anak merupakan investasi dan harapan masa depan bangsa. Hal ini dikaitkan dengan beberapa fenomena kasus anak dengan narkotika, jelas Direktur Rehabilitasi BNN Ida Oetari, di Universitas Indonesia.

Jumlah pengguna narkoba di Indonesia berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) 2016 mencapai 6,4 juta jiwa. Untuk itu,BNN melibatkan unsur TNI dalam Memerangi peredaran Narkoba yang sangat meresahkan Bangsa. Saya berfikir bahwa tugas berperang adalah TNI,Kenapa tidak dilibatkan saja TNI masuk BNN Untuk mengurangi bandar narkoba yang merusak generasi bangsa kita,kata Kepala BNN Komjen Budi Waseso, saat orasi ilmiah di Laoangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan.

Untuk itu, semua pihak haruslah bekerja sama dalam memerangi narkoba. Masyarakat diharapkan bekerja sama dengan kepolisian dan melaporkan apabila ada warganya yang mencurigakan. Selain itu, generasi muda di Indonesia haruslah menyadari, bahwa narkoba merupakan akar dari beragam masalah dan harus dihindari. Akibat memakai narkoba sebenarnya banyak sekali diantaranya adalah, otak tidak berfungsi sebagaimana semestinya, organ di dalam tubuh rusak, impoten pada pria, gangguan haid dan alat reproduksi pada wanita, HIV / AIDS dan yang paling mengerikan adalah kematian.

Menurut penulis, solusi menghindari narkoba adalah Jangan pernah untuk mencoba-coba menggunakan narkotika, kecuali atas dasar pertimbangan medis atau dokter. Mengetahui akan berbagai macam dampak buruk narkoba. Memilih pergaulan yang baik dan jauhi pergaulan yang bisa mengantarkan kita pada penyalahgunaan narkoba. Memiliki kegiatan-kegiatan yang positif, berolahraga atau pun mengikuti kegiatan kegiatan organisasi yang memberikan pengaruh positif baik kepada kita. Selalu ingatkan bahwawasannya ancaman hukuman untuk penyalah guna Narkoba, apalagi bagi pengedar Narkoba adalah Lembaga Pemasyarakatan. Gunakan waktu dan tempat yang aman, jangan keluyuran malam-malam. Bersantailah dengan keluarga,dan bersama nonton bersama keluarga. Bila mempunyai masalah maka cari jalan keluar yang baik dan jangan jadikan narkoba sebagai jalan pelarian.


Penulis : Norita Aini
Jurusan : Informatika Komputer
Lembaga Kependidikan : Istana Education College
Alamat di Desa Tanjung Datuk, Kabupaten Bengkalis

Komentar Facebook Disini Bro

orang komentar