Beranda Headline Opini Maraknya Korupsi di Dunia Pendidikan

Maraknya Korupsi di Dunia Pendidikan

335
0
BERBAGI
alterntif text

BERITA tentang korupsi mungkin sudah sering kita dengar sehari-hari baik di surat kabar, televisi, radio dan media lainnya. Ringannya hukuman bagi para koruptor menyebabkan korupsi di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan karena belum adanya tindakan tegas dari aparat hukum seperti kepolisian dan kejaksaan. Dan dari pemerintah sendiri perlu melakukan tindakan preventif terhadap para aparatur negara agar tidak menyalahgunakan kewenangan yang diberikan oleh undang-undang.

Tindakan pencegahan tersebut membuat koruptor tidak lagi melakukan korupsi. Korupsi tidak hanya terjadi di pemerintahan saja, melainkan hampir di seluruh kehidupan masyarakat. Para pelaku korupsi bukanlah orang-orang bodoh, mereka adalah orang-orang yang berpendidikan yang dengan sengaja memanfaatkan jabatan dan ilmunya untuk memperkaya diri dan kroni-kroninya.

Berdasakan data, kasus Korupsi di Bidang Pendidikan Terhitung semenjak Tahun 2005 s/d 2016 ada sekitar 425 kasus korupsi. Sebanyak 214 kasus korupsi pendidikan terjadi di Dinas Pendidikan. Dari total anggaran pendidikan pada tahun 2016 sebesar Rp 424,7 triliun, sebesar 33,8% dikelola oleh pemerintah pusat dan 64,9% dikelola oleh lembaga pendidikan daerah-daerah.

Banyak alasan mereka melakukan korupsi seperti, gaya hidup mewah akibat budaya konsumtif yang di pertontonkan di televisi, dan yang paling parah adalah didunia pendidikan. Banyak bangunan gedung sekolah yang sudah tidak layak dipakai untuk anak sekolah

Contohnya, atap yang sering bocor disaat hujan, kursi yang sudah tidak layak dipakai dan banyak lagi kondisi-kondisi serta sarana pendidikan yang jauh dari kata layak, padahal pendidikan adalah salah satu investasi penting untuk masa depan bangsa.

Baca Juga:  KPK Sebut OTT Wakil Ketua Komis VII DPR Terkait Proyek Listrik PLN di Riau

Sebagaimana yang di amanahkan dalam u
Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 Ayat 4 bahwa negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan APBN untuk memenuhi kebutuhan penyelanggaran pendidikan nasional. Dengan kenaikan anggaran ini seharusnya juga diikuti dengan program yang tepat pula.

Perluasan akses dan pemeratan mutu pendidikan dilevel pendidikan dasar perlu diperhatikan oleh pemerintahan. Pemerintah tidak cukup hanya mengejar mutu di level nasional dengan sejumlah murid berprestasi di ajang nasional maupun internasional. Sekolah unggul dan siswa/i berprestasi hanyalah dititik-titik tertentu saja. Kenyataannya sebagian besar daerah, khususnya kawasan miskin dan terpencil, mutu pendidikan sangat rendah.

mtq ali

Ada beberapa contoh kasus korupsi di bidang pendidikan antara lain yaitu pengangkatan jabatan sekolah yang tidak sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan dalam peraturan. Pengadaan sarana dan prasana termasuk (seragam, buku, gedung, peralatan, laboratium dsb) yang tidak memenuhi standar belanja barang, penggunaan dana BOS yang tidak tepat sasaran, penerimaan siswa baru yang syarat KKN yang membuat dunia pendidikan semakin tidak terarah.

Adapun beberapa langkah untuk memberantas korupsi menurut penulis antara lain sebagai berikut :

Pertama, Membangun supremasi hukun dengan kuat – Supremasi maksudnya adalah penegakan hukum secara benar. Hukum adalah pilar keadilan, ketika hukum tak sanggup lagi menegakkan keadilan, maka runtuhlah kepercayaan publik pada institusi ini, untuk itu sangat perlu dilakukan membangun supremasi hukum yang kuat.

Kedua, menciptakan pendidikan anti korupsi – Pemberantasan korupsi melalui jalur pendidikan harus dilaksanakan karena tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan merupakan wahana yang sangat strategis anak-anak perlu di bekali dengan wawasan serta dampak buruk tentang korupsi karna kedepan merekalah yang akan menggantikan tongkat estafet kepemimpinan saat ini.

Baca Juga:  Ini Profil Anggota DPR yang Ditangkap KPK Terkait Proyek Listrik PLN di Riau

Ketiga, pendidikan moral – Mengapa banyak pejabat negara ini yang korupsi ? Salah satu jawabannya karena rendahnya kesadaran moral, bertabiat penjahat dan tidak bermartabat. Jika seseorang memiliki moral yang rendah, maka setiap gerak langkahnya akan merugikan orang lain. oleh karena itu sangat penting sekali membekali pendidikan moral pada generasi muda.

Keempat, pembekalan pendidikan – Pendidikan merupakan usaha sadar dan rencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaraan agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan dibidang keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pemberantasan korupsi melalui jalur pendidikan harus dilaksanakan karena tidak bisa di pungkiri bahwa pendidikan merupakan wahana yang sangat stategis untuk membina generasi muda agar menanamkan nilai-nilai kehidupan termasuk antikorupsi.

Kelima, pembekalan agama – Agama merupakan landasan hidup berketuhanan dan merupakan unsur kerohanian setiap hidup manusia. Semua Agama mengajarkan pada kebaikan. Tidak ada satupun agama yang menyuruh kita berbuat untuk merugikan orang lain, seperti korupsi. Peran orang tua sangat berpengaruh untuk menumbuhkan kesadaran tentang semua gagasan agama pada anak agar kelak saat dewasa memiliki moral dan mental yang baik.

Penulis : Juwita BR Pasaribu
Mahasiswi Lembaga IEC Siak
Bedomisili di Kecamatan Dayun
Jalan Sawit Permai

ali

Komentar Facebook Disini Bro

orang komentar