Beranda Headline Opini Makna Hijab Bagi Remaja

Makna Hijab Bagi Remaja

197
0
BERBAGI
alterntif text

SETIAP wanita muslim di wajib kan berhijab seharusnya tidak dijadikan tolak ukur terhadap tingkah laku dan sikap per individu, berhijab adalah salah satu kewajiban perempuan muslimah untuk menutup auratnya,hijab dapat di pakai siapa saja tanpa harus melihat tingkah laku perempuan itu sendiri,dan yang paling terpenting adalah niat nya untuk menutupi auratnya. Selain itu hijap juga melindungi diri dari berbagai hal yang tidak diinginkan, seperti gangguan laki-laki mata keranjang, pelecehan dan godaan. Terkadang banyak perempuan yang salah mengartikan hijab yang sesungguhnya. permasalahan hijab banyak dikait kan dengan akhlak seseorang.walau sebenarnya hijab dan akhlak merupakan dua hal yang sangat berbeda. Menurut penulis ada baik nya wanita yang memakai hijab lebih menjaga prilakunya di masyarakat.

Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia tentulah memerlukan pasar hijab yang lebih besar,hal ini berbeda dengan Negara-negara yang populasi muslim nya sedikit.walau pun dominan warga Negara Indonesia yang muslimah sangat jarang perempuan yang memkai hijap hal ini bisa jadi di sebabkan oleh tidak ada nya aturan yang tegas dari Negara.menurut penulis wanita berhijab lebih terjaga dari tindakan-tindakan pelecehan, Semua manusia pasti masih jauh dari kata sempurna yang dapat dilakukan adalah hanya terus dan terus memperbaiki diri. Jika banyak alasan dan menunda memakai jilbab atau sampei menunggu sempurnanya hati itu tidak akan mungkin. Memang tidak semua wanita berjilbab itu sholeha namun wanita sholeha itu pasti selalu berjilbab. Jika masih belum ingin memakai jilbab syar’i ya silahkan paling tidak, masih ada perasaan mereka untuk mencoba menjadi lebih baik dan memenuhi kewajiban mereka sebagai perempuan. Sadar atau tidak sadar dengan memakai hijab meraka pasti merasakan perubahan dalam hati mereka, sehingga hijab itu juga membawa kebaikan dalam diri seseorang.

Hijab membuat hati lebih tenang dan tentram karena dengan memakai hijab hati terasa semakin dekat dengan Tuhan, Perasaan ikhlas dan terjaga akan menyelimuti hati mereka. Perempuan yang mencoba memakai hijab mungkin awalnya akan sering mengeluh panas, ribet namun seiringnya berjalan waktu menjadi hal biasa dan membuat hati lebih nyaman. Memenuhi perintah Tuhan dengan memakai hijab pasti akan mampu membuka hati mereka sehingga hati terasa lebih damai dan selalu ingin berdekatan dengan Alloh. Ingatlah jangan terus menunggu kesempurnaan hati baru memakai hijab namun buatlah hatimu menjadi lebih sempurna seiring kamu memakainya.

Hijab mampu memberi pengaruh terhadap pikiran dan pribadi kita. Misalkan yang dulunya mudah emosi, berperasangka buruk, lama-lama akan mengikis dan berubah menjadi pribadi yang sabar dan selalu positif. Karena hati yang merasa tenang dengan keadaan yang baru akan membuat seseorang berusaha meningkatkannya lagi. Itu semua akan berdampak pada pikiran, hati dan tingkah laku,damai dan terhindar dari perilaku tercela.

Pelecehan seksual tidak ada hubungannya dengan hijab.saya perhatikan sejumlah kelompok islam,selalu menyalahkan perempuan.menurut mereka,berbagai kasus pemerkosaan terjadi karena keselahan perempuan yang tidak menutup aurat. Jika kaum perempuan menutup auratnya dengan hijab maka perkosaan tidak akan terjadi.kewajiban sejati adalah menjaga kehormatan kita sebagai muslim.percaya atau tidak hijap adalah symbol kehormatan seorang muslim karena hijab mampu menjaga sesuatu yang menjadi kehormatannya dimana tidak sembarang orang bias melihatnya.ketika kita menunaikan kewajiban dengan sempurna,maka kita sudah melindungi diri kita dari siksaan api neraka.

Dengan adanya hijab,maka lawan jenis akan terhalang untuk menggoda.dengan hijab ini kita mencegah timbulnya dosa-dosa yang lebih banyak dan lebih besar.lelaki buaya berhidung belang sukanya aurat terbuka untuk merek nikmati dengan lekuk tubuh.hijap membuatmu terhormat di dunia dan akhirat.Berjilbab adalah murni perintah Allah, wajib untuk wanita muslim yang telah baligh tanpa memandang akhlaqnya baik atau buruk, sedangkan akhlaq adalah budi pekerti yang tergantung pada pribadi masing-masing. Jika seorang wanita berjilbab melakukan dosa atau pelanggaran, itu bukan karna jilbabnya namun karna akhlaqnya. “Yang berjilbab belum tentu berakhlaq mulia, namun yang berakhlaq mulia pasti berjilbab”.

Dalam pandangan masyarakat kita, wanita berhijab selalu diidentikkan sebagai wanita yang santun, kalem, rajin shalat,rajin bersedekah, sering hadir di majelis pengajian. Faktanya sebagian besar wanita berhijab memang seperti yang dilihat masyarakat. Sebaliknya, muslimah yang tak berhijab, meski akhlaknya baik, tentu saja dipandang tak sebaik muslimah berhijab. Ini tentunya merupakan hal yang lumrah yang muncul dalam benak masyarakat.

Karena hal inilah, dampaknya adalah sebagian muslimah yang blum berhijab memilih tetap bertahan pada pilihannya untuk tidak mengenakan hijab. Mereka berpikiran Daripada tidak bisa menjaga sikap saat mengenakan jilbab, lebih baik tidak mengenakannya (nanti saja pakai jilbab kalau sudah tua, sudah mau mati). Memang, bermoral baik adalah tuntutan sosial, di samping tentu ajaran agama. Namun pada dasarnya pelaksanaan segenap taklimat agama yang berhubungan dengan larangan dan perintah (salah satunya tentang jilbab) adalah permasalahan menyendiri yang berhubungan dengan ketundukan seorang hamba pada Tuhannya.

Cewek berhijab tapi bergaulnya dengan lawan jenis. meluk-meluk, jalan bergandengan, bergoncengan, akhir-akhir ini saya penulis kerap menemukan berita muslimah berhijab (bahkan bercadar) yang terlibat kasus hamil dilur nikah dan narkoba. Kalaupun si muslimah tadi tetap belum berkenan mengenakan, maka yang menasehati bebas tugas. Dan tentu saja sebaliknya, jika dia mengenakan jilbab, maka pahala akan terus mengalir padanya selama jilbab itu bertengger di kepalanya sebagai bentuk balasan atas ketaatan menjalankan perintah agama.

Soal jilbabnya kecil, bajunya ketat, itu yang berhubungan dg tingkat keimanan dan ketakwaan seseorang. Siap tidak siap, baik tidak baik, kewajiban muslimah adalah berjilbab (dalam konteks bahasa yang lebih umum, menutup aurat).

Akhirnya, muslimah yang berjilbab dan berakhlak baik tentu saja adalah muslimah sempurna. Adapun muslimah yang berjilbab namun akhlaknya tidak baik atau akhlaknya baik tetapi belum berjilbab adalah muslimah yang belum sempurna dan sedang berproses menuju kepada kesempurnaan.

Penulis: Rubiatuladawiah
Jurusan: Informatika Komputer
Lembaga Kependidikan Istana Education College
Beralamat di Teluk Gelam Kabupaten Bengkalis
No.Hp :082268598690

Komentar Facebook Disini Bro

orang komentar