Beranda Headline Opini Kurangnya Etika Siswa Dalam Belajar

Kurangnya Etika Siswa Dalam Belajar

457
0
BERBAGI
alterntif text

AKHIR-AKHIR ini banyak siswa yang perilakunya keluar dari norma agama dan norma susila, hal ini dibuktikan dengan banyaknya kasus yang terjadi dilingkungan sekolah seperti kasus kekerasan yang terjadi terjadi di SMAN 1 Torjun, Sampang, Madura, dimana seorang siswa melakukan penganiayaan terhadap guru disekolah tersebut kasus tersebut tidak semestinya terjadi dilingkungan pendidikan. kejadian diatas adalah yang paling baru tentang kejadian naas yang terjadi pada seorang guru. Sebelumnya ada juga guru yang dipenjara bahkan dipukuli oleh wali murid karena ingin menerapkan disiplin saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. Menurut data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) angka kasus kekerasan yang terjadi di indonesia lebih tinggi dari vietnam (79 persen), nepal (79 persen), kamboja (73 persen), pakistan (43 persen).

Sedangkan menurut Wakil Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Maria Advianti menyebutkan sekolah ramah anak menjadi solusi terjadi untuk mengatasi persoalan kekerasan di lembaga pendidikan. “Sekolah ramah anak ini harus memiliki sejumlah kriteria, seperti harus aman, memenuhi hak anak, melindungi dari kekerasan, sehat, peduli dan berbudaya serta mendukung partisipasi anak, regulasi menjadi penting agar guru dan orangtua ada kesepahaman mengenai penanganan pendidikan anak di sekolah. “Seluruh komponen sekolah yaitu kepala sekolah, guru, murid dan orang tua murid harus memiliki perspektif yang sama mengenai pendidikan.

Etika siswa dalam proses belajar mengajar sangat lah penting diterapkan pada lingkungan pendidikan, siswa mestilah hormat kepada guru karna guru sangatlah berperan penting dalam membentuk karakter generasi muda yang lebih baik. Jika siswa dan guru menjalankan perannya dengan baik maka tidak akan terjadi kekerasan dalam lingkungan pendidikan disekolah. Ada beberapa faktor yang bisa membentuk karakter siswa yang baik antara lain:

Baca Juga:  Maraknya Korupsi di Dunia Pendidikan

Pertama, faktor pendidikan di lingkungan keluarga. Menurut penulis, pendidikan dalam keluarga sangatlah penting untuk membentuk kepribadian anak, pada saat anak berada di dalam lingkungan keluarga orang tua mestilah menamkan nilai-nilai etika yang baik, seperti pada saat ingin masuk ke dalam rumah harus mengucapkan salam terlebih dahulu, sebelum makan harus mencuci tangan terlebih dahulu, pada saat makan harus biasakan memakai tangan kanan, dan pada saat ingin berpergian harus memberitahu terlebih dulu kepada orang tua kita,dan lain-lain, hal-hal kecil seperti itu mestilah ditanamkan sejak dini agar ketika dewasa mereka memiliki keperibadian yang positif dan mampu memberikan keteladanan yang baik bagi lingkungan sekitarnya.

mtq ali

Kedua, faktor lingkungan sekolah. Menurut penulis, pendidikan dalam lingkungan sekolah juga perlu karna pada saat disekolah anak-anak mendapat pemupukan pengetahuan, keterampilan untuk mewujudkan segenap potensi yang ada didalam diri anak itu. Dan di sinilah peran guru sangat diperlukan untuk mendidik anak-anak supaya lebih menerapkan kedisiplinan didalam diri anak itu, dan disekolah pula anak-anak belajar akan belajar datang tepat waktu, disiplin, untuk membentuk diri supaya lebih taat terhadap peraturan yang ada.

Ketiga, faktor pendidikan agama. Menurut penulis, pendidikan agama sangatlah penting karna dalam agama kita selalu diajarkan untuk berbuat baik, memahami pelajaran tentang agama kita akan lebih memahami dan mengerti cara untuk menghargai orang lain dan dalam agama juga kita akan belajar pengetahuan membentuk sikap, kepribadian, anak-anak dalam mengamalkan ajaran agama.

Keempat, faktor pendidikan moral dan etika. Menurut penulis, pendidikan moral dan etika tidak kalah pentingnya, karna dengan adanya moral dan etika dalam diri anak-anak, otomatis anak sudah tau aturan-aturan yang harus di jalankan semana mestinya mereka lakukan dan etika dimanapun kita berada sangatlah diperlukan, jika tidak ada etika orang-orang tidak akan menghargai kita kalau seandainya apa yang kita lakukan tidak mencerminkan prilaku yang baik.

Baca Juga:  Maraknya Korupsi di Dunia Pendidikan

Dari Keempat faktor diatas, saling terkait antara satu sama lain, dengan melakukan langkah-langkah tersebut, anak-anak diharapkan mempunyai pendidikan dan wawasan yang luas, dan mempunyai prilaku yang disenangi oleh orang banyak. Jika anak-anak tidak memiliki keempat faktor diatas maka sudah pasti anak-anak itu akan menjadi anak yang tidak memiliki etika dalam perilaku didalam kehidupan yang dijalaninya, dan akan menyebabkan anak itu menjadi anak yang melawan kepada orangtua, tidak bisa membedakan mana aturan yang baik dan yang buruk, dia akan melakukan apa yang dia mau. dan ini akan merusak kepribadian anak itu sendiri, akhirnya keluargapun kecewa akan apa yang terjadi pada anaknya.

Maka dari itu, kita sebagai generasi penerus bangsa harus mulai berbenah diri mulai dari sekarang dan mencari jalan keluar supaya tidak adal lagi kekerasan dalam dunia pendidikan. Kepedulian kita tidak sampai kepada anak dan keluarga namun juga lingkungan, hal tersebut didasari Karna anak cucu kita sudah kita bekali ilmu dan karakter yang mulia, namun sebaliknya bila lingkungannya tidak mendukung maka mereka pun akan hidup dalam situasi yang tidak kondusif kedepannya. Maka dari itu kita sepatutnya menjaga agar semua faktor yang mendukung tumbuh kembang anak di indonesia ini supaya lebih di perhatikan kedepannya.

Penulis : Dedy Saputra
Jurusan : Informatika Komputer
Lembaga Kependidikan Istana Education College
Beralamat di Bungaraya, Kabupaten Siak
No. Hp : 085272216179

ali

Komentar Facebook Disini Bro

orang komentar