Beranda Headline Opini Gempuran Budaya Asing Dan Kearifan Lokal

Gempuran Budaya Asing Dan Kearifan Lokal

295
0
BERBAGI
alterntif text

PENGARUH Budaya asing sudah merasuki sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, mulai dari pengaruh sosial, ekonomi, politik, pendidikan hingga budaya bangsa indonesia secara global. Di zaman modernisasi seperti saat ini dimana sekat-sekat antara bangsa satu dan yang lainnya sudah tidak terlihat lagi, hal ini diperparah dengan pengaruh media sosial yang acap kali menyebarkan konten-konten yang berbau negatif, seperti konten pornografi, isu SARA (Suku Agama, Ras dan Adat Istiadat) serta faham radikal yang menyimpang dari nilai-nilai keagamaan dan kesusilaan.

Oleh sebab itu, sebagai bangsa yang memiliki jati diri, harus bangga dengan nilai-nilai yang sudah diwariskan oleh para pendiri bangsa (founding father). Adapun dampak negatif dari masuknya Budaya Asing antara lain sebagai berikut :

Pertama, Memudarnya Rasa Nasionalisme

Dengan pudarnya rasa Nasionalisme diantara komponen bangsa menjadi celah bagi masuknya pengaruh budaya asing di indonesia. Seharunya, diera globalisasi seperti saat ini sangat urgen untuk meningkatkan dan memelihara rasa nasionalisme kebangsaan. Karena hanya dengan semangat nasionalismelah bangsa ini mampu bangkit dan bersaing secara sportif dengan bangsa-bangsa lain di dunia apalagi secara historis indonesia memiliki peranan yang sangat dominan baik dikancah regional maupun internasional, terutama dalam menciptakan perdamaian dunia.

Kedua, Memudarnya Nilai Kebersamaan

Bangsa asing mengenal indonesia sebagai bangsa yang majemuk, multi etnis dan multi budaya. Hal ini diperkuat berdasarkan data BPS yang menyatakan bahwa suku bangsa yang mendiami kepulauan yang ada diindonesia lebih kurang 1340 suku bangsa, hal inilah yang membedakan antara bangsa indonesia dengan bangsa-bangsa lainnya didunia. Tidak semua bangsa memiliki kekhasan seperti indonesia hal inilah yang mesti disadari oleh segenap elemen bangsa agar senantiasa memupuk rasa nasionalisme ditengah masyarakat. Budaya individualistis dan materialistis tidak cocok diterapkan diindonesia. Dengan adanya gempuran budaya asing yang masuk keindonesia sudah pasti memiliki dampak yang buruk bagi keberlanjutan bangsa ini kedepan, oleh sebab itu kita perlu menghidupkan kembali suasana kebersamaan tersebut. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai falsafah hidup yang terkandung didalam panca sila dan Undang-Undang dasar 1945 terutama sila ketiga. Dengan keberagaman tersebut tentulah menimbulkan kecemburuan bagi sebagian bangsa asing sehingga menjalankan politik pecah belah agar indonesia tidak terintegrasi dalam bingkai negara kesatuan republik indonesia. Rongrongan asing tersebut sangatlah perlu diwaspadai dengan tetap menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan kegotong-royongan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Ketiga, Budaya hedonisme

Budaya hedonisme tidak hanya terjadi dilingkungan masyarakat barat, melainkan sudah terafiliasi hingga keindonesia. Budaya ini justru bertentangan dengan nilai-nilai panca sila yang mengedepankan Pola hidup sederhana serta sifat tenggang rasa antar sesama. Dengan berkembangnya budaya tersebut, bisa memicu kecemburuan sosial antar elemen masyarakat, karena disebabkan oleh perbedaan gaya hidup serta strata ekonomi antar golongan itu sendiri. Selain itu pengaruh hedonisme berasal dari tayangan-tayangan televisi yang secara tidak langsung ikut mempengaruhi perubahan pola pikir masyarakat sehingga berpengaruh pula terhadap gaya hidup masyarakat itu sendiri.

Keempat, Ancaman Disintegrasi Bangsa

Secara konstitusi indonesia merupakan negara kesatuan dengan sistem desentralisasi hal tersebut dilakukan agar pemerintah mudah melimpahkan sebagian kewenangannya kepada daerah sesuai dengan asas otonomi yang terdapat dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah. Namun upaya tersebut tidak akan berjalan dengan baik ketika pemerintah tidak melakukan filterisasi (penyaringan) terhadap budaya-budaya asing yang masuk keindonesia. Sangat tidak mudah untuk tetap menjaga keutuhan bangsa dan negara mengingat gempuran budaya asing senantiasa hadir mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh sebab itu sudah semestinya seluruh unsur-unsur yang ada di masyarakat melakukan sinergitas agar keutuhan bangsa tetap terpelihara.

Berkaitan dengan hal tersebut, penulis berpandangan bahwa masyarakat perlu dicerdaskan dengan nilai-nilai kearifan lokal, yang mana tidak semua budaya asing memiliki dampak yang buruk bagi masyarakat itu sendiri, nilai-nilai yang perlu diteladani antara lain : etos kerja, disiplin yang tinggi, mutu kerja yang berkualitas tinggi, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebebasan berekspresi/berpendapat. Sejatinya bangsa yang baik tidak seharusnya menutup nilai-nilai baik yang berasal dari luar dan bisa seiring sejalan dengan nilai-nilai kearifan lokal sebagai akar dari sejarah bangsa indonesia.

Penulis : Delpi Susanti, S. IP,
Lembaga : KOHATI, Pekanbaru
Beralamat : di Pekanbaru Riau

Komentar Facebook Disini Bro

orang komentar