Beranda Headline Kemilau “Negeri Istana” Siak Sri Indrapula Dalam Balutan Seni Budaya dan Objek...

Kemilau “Negeri Istana” Siak Sri Indrapula Dalam Balutan Seni Budaya dan Objek Wisata

178
0
BERBAGI

SIAK – Kota “Istana” kota “Matahari Timur” itulah sebutan dari Kabupaten Siak, Kabupaten yang berdiri tahun 1999 lalu merupakan pecahan dari kabupaten Bengkalis, dulunya Kabupaten Siak hanya mempunyai 3 Kecamatan yakni Kecamatan Siak, Minas dan Sungai Apit, dengan berusianya Kabupaten Siak yang kini berumur 17 tahun, Kabupaten Siak sudah mempunyai 14 Kecamatan yakni Kecamatan Sabak Auh, Sungai Apit, Pusako, Bungaraya, Siak, Mempura, Dayun, Koto Gasib, Lubuk Dalam, Kerinci Kanan, Tualang, Kandis, Minas dan Sungai Mandau.

Kabupaten Siak begitu banyak menyimpan berbagai objek wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi, mulai dari wisata sejarah, Seni, budaya, religius serta alam yang begitu asri untuk dipandang.

Bila anda ke Kabupaten Siak, anda akan terpesona melihat keindahan Istana Siak, Istana ini dibangun oleh Sultan Siak ke-11yakni Sultan Assayaidis Syarief Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin. Istana ini dibangun saat Sultan Syarief Hasyim begitu sebutan singkatnya, baru mulai memimpin Kerajaan Siak pada 1889. Menurut riwayatnya, Istana ini dirancang oleh arsitek asal Jerman. Kebetulan dulu sang sultan memang kerap melawat ke Belanda dan Jerman. Sekarang pun, salah satu koleksi antik yang ada di istana ini adalah alat musik Komet buatan Jerman, yang memiliki piringan pemutar berdiameter 90 cm. Konon, di dunia ini Komet hanya diproduksi dua buah: yang satu masih di negara asal, yang satu lagi yang berada di Istana Siak. 

Menabuh kompang untuk pecahkan rekor muri yang diikuti 5 ribu peserta dalam TdS 2016
Menabuh kompang untuk pecahkan rekor muri yang diikuti 5 ribu peserta dalam TdS 2016

Istana Siak berada Jalan Sultan Syarif Kasim, di tepian Sungai Siak, tak jauh dari Jembatan Siak, jembatan gantung sepanjang 1.203 meter, yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2007. Nama resmi jembatan ini adalah jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah. 

Jembatan yang berdiri gagah di sungai jantan tersebut dibangun pada masa kepemimpinan Bupati Siak H Arwin AS, pengerjaan yang membutuhkan waktu beberapa tahun sempat mendapat pro dan kontra itupun akhirnya selesai dibangun, ini menjadi keuntungan besar bagi masyarakat Kabupaten Siak yang mana dahulunya masyarakat menyeberang menggunakan sampan, kini masyarakat bisa berlalu lalang melangkahi sungai Siak.

Water Front City Siak menjadi Wisata Baru

Kemilau jembatan Siak dipadu water front city d
Kemilau jembatan Siak dipadu water front city d

Bila anda berkunjung ke kota Siak selain ke istana, pengunjung atau wisatawan juga menikmati keindahan pembangunan Water Front City yang terbentang sepanjang 400 meter dibibir pantai sungai Siak. Tepatnya di kelurahan Kampung Dalam Siak jalan Sultan Syarif Kasim, letak Water Front City ini lebih kurang 300 meter dari istana Siak. Ditempat Water Front City ini, pengunjung bisa bersantai ria untuk menikmati keindahan bangunan tahap I pada tahun 2015 lalu dengan membawa keluarga ataupun pasangan.

Pembangunan water front city di Kota Siak Sri Indrapura tampak semakin mentereng. Konsep kota yang berada pinggir sungai ini terintegrasi dengan berbagai situs sejarah, komplek Istana Siak, klenteng Hock Siu Kiong dan komplek pecinan, pasar seni dan masjid Syahbuddin.

Pembangunan Water Front City Siak di Turap Indah ini memang sedang berjalan, namun sudah dimanfaatkan untuk bersantai dan berjalan-jalan. Turap dapat menghidupkan suasana Siak terutama saat malam hari. Berbagai fasilitas juga sedang dalam pembangunan dan ditargetkan selesai 2017 mendatang.

Dengan adanya lokasi yang megah ini bisa menjadi daya tarik baru bagi Siak yang terkenal dengan berbagai situs sejarah seperti Istana Siak. Saat ini, sudah mulai banyak wisatawan dan fotografer yang berkunjung untuk mengambil moment dan kenangan di tempat ini.

Salah satu stand pameran Siak di Jakarta dihadiri Mendagri Cahyo Kumolo dan Menko SDM Puan Maharani dalam sebuah pameran
Salah satu stand pameran Siak di Jakarta dihadiri Mendagri Cahyo Kumolo dan Menko SDM Puan Maharani dalam sebuah pameran

Pengunjung juga bisa melihat diseberang sungai Siak jembatan Kelakap di Kampung Benteng Hulu Kecamatan Mempura.

Persis di kecamatan Mempura, ada peninggalan sejarah berupa tangsi Belanda. Bangunan yang dibangunan pada tahun 1895-1897 itu merupakan salah satu peninggalan dari masa kolonial Belanda, bangunan itu dulu digunakan untuk tahanan Belanda. Tidak hanya tangsi Belanda, masih banyak peninggalan sejarah yang bisa dikunjungi di Kabupaten Siak seperti, Makam Sultan Koto Tinggi, Makam Sultan Syarif Kasim, Makam Raja Kecik, kemudian ada makam Putri Kaca Mayang di Kecamatan Koto Gasib.

Baca Juga:  Pelaksanaan PIN, Diskes Berharap Seluruh Balita Dapatkan Vaksin Polio

Di Kabupaten Siak tersedia sederet wisata alam yang sejuk untuk dipandang, ada danau ketialau, danau air Hitam, danau besi, danau tembatu songsang, danau pulau besar, dana Zamrud, danah pulau bawah, termasuk danau tujuh tingkat di Kecamatan Sungai Mandau dan pantai Tanjung layang di Kecamatan Sungai Apit, belum lagi tempat pelatihan gajah si Kecamatan Minas. Ha itu bisa menjadi aset yang paling berharga bagi pemerintah kabupaten Siak untuk mendatangkan sumber pendapatan asli daerah untuk kabupaten Siak.

Petikan Gambus Gubri Arsadjuliandi Rachman saat membuka Siak Bermadah iven hudaya di Siak
Petikan Gambus Gubri Arsadjuliandi Rachman saat membuka Siak Bermadah iven hudaya di Siak

Siak Punya Air Mancur yang Hebat

Taman air mancur yang diresmikan Bupati Siak H Syamsuar beberapa waktu lalu diberi nama air mancur tengku Mahratu yang berada di jalan Sultan Syarif Kasim kelurahan Kampung Dalam Siak. Air mancur tersebut ramai di kunjungi wisatawan , oleh sebab itu, masyarakat Kabupaten Siak boleh berbangga hati karena lewat program pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Siak kini Siak menjadi pusat perhatian wisatawan dalam maupun luar daerah.

Inovasi terbaru ditunjukan dengan pembangunan air mancur musik yang diberi nama Air Mancur Taman Tengku Mahratu, yang diresmikan Bupati Siak Drs H Syamsuar. Hebatnya lagi, air mancur yang disertai musik ini merupakan yang pertama sekali ada di Sumatera.

Wapres Yusuf Kalla saat berkunjung fi Istana Siak tahun 2016
Wapres Yusuf Kalla saat berkunjung fi Istana Siak tahun 2016

Menurut Bupati Syamsuar, Air Mancur Taman Tengku Mahratu yang dibangun di depan Istana Siak, antara Gedung Tengku Mahratu dan Masjid Syahbuddin atau tepatnya di bekas bangunan KPU lama ini, berbeda dengan air mancur lain yang ada di Sumatera.

Dapat dikatakan inilah air mancur musik yang pertama ada di Sumatera. Semburan air membentuk pemandangan indah. Suasana di kawasan itu akan semakin syahdu, karena derasnya pancaran air turut disertai dengan alunan musik dan nyanyian yang diputar dalam sitem air mancur tersebut.

Air mancur Tengku Mahratu ini dibangun dengan menggunakan APBD Kabupaten Siak, menelan Anggaran sebesar Rp3,8 miliar. Spesifikasinya, total air yang tertampung dalam kolam sebanyak 280 Kubik, lebar 6,80 meter, panjang 28 meter, kedalaman 1,7 meter, Ketinggian permukaan tanah 1 meter.

Keunggulannya terletak pada lampu dan pompa di dalam bak air mancur. Jika dioperasikan, pompa menyemburkan air seiring irama musik, serta ditambah dengan warna yang muncul dari sorot cahaya lampu, sehingga air yang terpancar tampak berwarna-warni.

alterntif text
Danau Zamrud
Danau Zamrud

“Sebagai daerah destinasi wisata kita wajib membuat inovasi, oleh karena itu Kota Siak harus dikemas sedemikian rupa. Pertama menata kebersihan, menata taman dan memberi ruang untuk publik,” kata Syamsuar.

Syamsuar mengaku tergugah oleh pesan Presiden Jokowi saat rapat di Istana Bogor, beberapa waktu lalu. Ketika itu, Presiden mengatakan keindahan Kota Bogor adalah hasil kreasi manusia pada waktu dulu dan terbukti mampu menarik perhatian wisatawan.

Menurut Presiden, apa yang telah dilakukan para pendahulu tersebut bisa dijadikan pelajaran, agar pimpinan daerah di seluruh Indonesia mau membuat inovasi untuk kemajuan daerahnya.

“Kapanlah Pak Jokowi bisa datang ke Siak, biar bisa lihat langsung bahwa Siak telah berbuat seperti yang beliau sarankan,” kata Syamsuar.

Menurut Syamsuar, dengan karya yang diwujudkan dalam program peningkatan wisata ini, Kabupaten Siak telah membuat sejarah baru, dan pasti akan dikenang oleh generasi yang akan datang. “Ini menjadi peninggalan sejarah, yang suatu saat nanti bisa dikenang oleh anak-anak cucu kita,” imbuh Syamsuar.

Ada empat lagu yang telah diinput dalam sistem air mancur tersebut, yakni musik Zapin Satelit, Mars Siak, Lancang Kuning, dan instrumen Canon Rock, data lagu yang diputar bisa diinput sesuai dengan momen. Misalnya pada saat peringatan hari kemerdekaan maka bisa dimasukkan lagu perjuangan.

Baca Juga:  Gelar Silaturahmi, Kapolres Siak Ajak Pers Tingkatkan Kerjasama

Air mancur ini akan dinyalakan di akhir pekan dari Jumat, Sabtu dan Minggu atau hari libur. Selain itu jika di Siak ada even, maka selama even berlangsung air mancur akan dinyalakan. Tujuannya untuk menjadi hiburan bagi tamu yang datang, selain itu juga tempat rekreasi masyarakat Siak.

Menurut Syamsuar pembangunan tempat rekreasi wisata tidak cukup sampai di sini, masih banyak rencana yang akan dibuat sehingg antara kecamatan Siak dan Kecamatan Mempura menjadi kota kembar. Meski ke dua kecamatan ini dipisahkan dengan Sungai Siak, namun pembangunan di belantaran sungai di kedua kecamatan akan dibuat seimbang, sehingga orang berada di kedua seberang bisa melihat pendangan yang indah di seberang sungai.

Turap atau Water Front City dan taman Tengku Mahratu akan berhadapan dengan dua buah jembatan yang ada di kecamatan Mempura, yakni Jembatan Kelakap dan Melango. Jembatan tersebut didesain seperti kupu-kupu.

Tidak hanya itu, Bupati Siak berupaya menjadikan Mempura dan Siak sebagai Heritage City. Dari dua jembatan yang ada di Mempura akan dihubungkan ke Tangsi Belanda, sehingga situs budaya itu bisa mudah diakses oleh pengunjung.

“Tangsi Belanda akan kita jadikan Museum Perjuangan. Secara administrasi Tangsi Belanda berada di wilayah TNI Danrem Wirabima dan harus memperoleh izin dari otoritas tersebut, untuk itu kita akan urus izin agar bisa dipugar dan diciptakan fasilitas penunjang di sekitarnya agar pengunjung lebih tertarik singgah,” kata Syamsuar.

Dengan konsep itu, maka di kecamatan Siak memiliki Turap water front city, Taman Tengku Mahratu yang bisa menghidupkan situs budaya di kecamatan Siak. Sementara di Mempura memiliki Gedung Daerah, Jembatan Kelakap dan Melango, serta Musium Perjuangan.

Semua konsep pembanguan wisata yang sedang berjalan, menurut Syamsuar itu dilakukan agar Siak bisa sejajar dengan daerah tujuan wisata lainnya. “Agar Siak ini bisa sejajar dengan Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bangka Belitung yang dikenal dengan Laskar Pelangi,” kata Syamsuar.

Selain itu, Bupati juga miris melihat kebanyakan orang Siak banyak memilih keluar kota untuk mengisi liburan. Ia berharap, dengan keindahan Kota Siak ke depan, bisa menjadi kebanggan masyarakat.

Lebih jauh, Syamsuar mengaku akan merealisasikan saran yang diminta tokoh-tokoh adat, yakni membuat monumen Sultan Syarif Kasim menyerahkan kekuasaan Kerajaan Siak kepada Pemerintah Republik Indonesia. Monumen ini untuk mengenang perjuangan tokoh nasional dari kerajaan Siak.

“Monument itu kita buat seperti tembok dengan relif gambar yang menceritakan penyerahan kekuasaan kerajaan ke Pemerintah Republik Indonesia yang dilakukan oleh Sultan Syarif Kasim. Kita lengkapi tulisan yang menceritakan sejarah penyerahan kekuasaan kerajaan Siak ke NKRI,” kata Syamsuar.

Sewaktu peresmian air mancur Taman Tengku Mahratu ini disaksikan lebih 500 orang. Masyarakat menyaksikan dari dalam areal taman hingga ke jalan, terlihat banyak yang mendokumentasikan menggunakan kamrea handphon baik mengambil foto ataupun video.

Tari zapin kreasi yang diperagakan bersamaan musik air mancur itu membuat masyarakat lebih antusias menonton, bahkan sebagian pemuda ikut mengikuti gerakan tari zapin kreasi itu di samping itu di dekat air bak air mancur. 

Selain berbagai sektor wisata yang telah dijelaskan, Kabupaten Siak juga memiliki destinasi budaya harus dikunjungi.

Event Tour de Siak yang 4 tahun berturut-turut dilaksanakan, ternyata menjadi event olahraga yang mampu menjadikan Kabupaten Siak sebagai Kabupaten Pariwisata Melayu dan olahraga yang mampu memacu pertumbuhan sektor pariwisata di Riau.

Balapan sepeda dalam TdS yang diikuti pembalap dalam dan luar negeri
Balapan sepeda dalam TdS yang diikuti pembalap dalam dan luar negeri

Dengan momentum pariwisata lewat balap sepeda, Tour de Siak ternyata membuat Kabupaten Siak semakin dikenal. Tidak hanya secara Nasional namun hingga ke dunia Internasional.

Baca Juga:  Kabupaten Siak Terus Genjot Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Dengan langkah awal, pada event pertama yang diadakan yaitu pada 2013, Pemerintah Kabupaten Siak, memiliki komitmen untuk menjadikan momentum Tour de Siak menjadi langkah awal bagi pengembangan pariwisata di wilayah Riau, yang ternyata berhasil. Karena banyak efek positif yang didapatkan dengan digelarnya event Internasional tersebut.

Event Tour de Siak dapat memberikan nilai tambah bagi promosi dan investasi daerah, pembangunan insfrastruktur dan perekonomian. Karena event ini kental dengan nuansa Melayu yang dimulai dengan sambutan Bujang dan Dara, juga hidangan kuliner khas Melayu sehingga Siak memiliki julukan sebagai “Siak The Truly Malay”.

Seperti yang diungkapkan Bupati Siak Syamsuar, bahwa event ini menjadikan Siak sebagai salah satu pusat destinasi pariwisata Nasional yakni sebagai pusat sejarah dan kebudayaan melayu.

Ini perlahan-lahan dapat terwujud, karena ternyata, setiap libur akhir pekan, banyak wisatawan dalam dan luar daerah datang berkunjung ke Siak, karena penasaran dengan kabupaten yang memiliki julukan Negeri Istana ini.

Dengan adanya event Tour de Siak ini, banyak efek positif yang bisa di dapatkan. Karena tentunya Kabupaten Siak setiap tahun jadi lebih berkembang, dan menjadi banyak dikenal masyarakat. Tidak hanya masyarakat dalam negeri, namun hingga ke luar negeri.

Tour de Siak juga merupakan salah satu upaya meningkatkan daya tarik wisata daerah. Dimana lewat event olahraga, program promosi daerah semakin baik. Selain itu juga meningkatkan perekonomian.

“Pengembangan daya tarik dan destinasi budaya melalui olahraga merupakan upaya efektif untuk mempromosikan Siak. Tour de Siak saat ini sudah masuk dalam agenda event nasional dan diharapkan dan juga masuk dalam daftar kegiatan Internasional,” ungkap Syamsuar.

Dalam kurun waktu empat tahun terakhir ini, sektor pariwisata terus digalakkan oleh Pemkab Siak. Selain mengoptimalkan obyek yang ada seperti wisata dan sejarah, juga pergelaran berbagai event.

Kabupaten Siak sendiri saat ini konsen terhadap pengembangan wisata. Tak hanya mengandalkan obyek yang ada, melainkan terus mengembangkannya dengan cara lain. “Kami ingin jadikan Siak sebagai destinasi wisata olahraga di Riau dan Sumatera. Kami ingin provinsi juga men-support agar terwujud,” ujar Syamsuar lagi optimis.

Tour de Siak dijadikan sebagai event obyek wisata unggulan di Siak. Empat kali penyelenggaran, panitia pelaksanan dinilai sukses lakukan promosi daerah, penyelenggaraan, dan juga menarik wisatawan yang berkunjung ke Siak. 

Atas keberhasilan ini, pemerintah pusat melalui Kementrian Pariwisata (Kemenpar) memberikan kesempatan bagi Kabupaten Siak untuk lakukan launching di Jakarta yang difasilitasi oleh Kemenpar, sekaligus sebagai sarana promosi. Pemkab Siak terus melakukan pembenahan dan juga peningkatan destinasi wisata baik itu alam, sejarah, budaya, iven, dan buatan.

Tak cukup sampai disitu, Siak Juga memiliki Panorama indah Sun Set ditengah peralihan waktu antara senja menuju malam, di tengah salah satu lokasi tujuan utama dari setiap Pengunjung.

Salah satunya, pemandangan indah disalah satu lokasi pantai Sungai Siak yang menghadirkan Visual Hunting dibalik indah nya Jembatan Siak Sultan Agung Latifah yang di resmikan Oleh Presiden Bambang Yudhoyono itu.

Kemilau indahnya Sun Set ditengah hiruk pikuknya kehidupan membuat suasana kenyamanan yang tiada Tara.

Siak dikenal dunia dari berbagai Iven serta keindahan kelestarian alam, didukung oleh kemegahan Istana Siak yang masih original serta sangat terawat.

Kota kabupaten siak dapat di sambangi dari kota Pekanbaru ibukota provinsi Riau hanya dengan Waktu 2,5 Jam dari waktu Normal.

Hutan kota yang hijau serta lingkungan yang bersih, taman Mangrove yang rimbun, fasilitas taman kota yang memberikan kenyaman, menu kulinner asli Siak yang mengugah selera, dipadu lokasi yang alami membuat pukau para wisatawan berada di Kota Siak.***(adji rimba)

http://www.infosiak.com/

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here