Beranda Headline Budaya-Info Islami Laman Silat Pendekar Cayo Kembali Dibuka Masyarakat Tualang

Laman Silat Pendekar Cayo Kembali Dibuka Masyarakat Tualang

105
0
BERBAGI

TUALANG (Infosiak.com) – Laman Silat Pendekar Cayo merupakan salah satu Perguruan Silat Pangean yang khusus ada di Kecamatan Tualang dan Siak pada umumnya. Laman silat ini terletak dikilometer 17 Dusun Lukut Indah Kampung Perawang Barat Kecamatan Tualang Kabupaten Siak.

alterntif text

Perguruan Silat Pangean ini dibuka pertama kali sekitar tahun 1980-an oleh Almarhum Ismail yang bergelar Pendekar Cayo dengan tetap berada di bawah bimbingan Guru Besar Perguruan Silat Pangean Pendekar Malin Kuning. 

Semenjak Pendekar Cayo (Alm. Ismail) meninggal dunia pada tahun 2003, laman silat ini cukup lama tidak dilakukanya kegiatan ‘Main Silat’. Melihat kondisi ini, tokoh masyarakat dan ninik mamak yang berada di sekitar laman silat ini merasa prihatin. 

Kemudian pada tahun 2014 diadakanlah musyawarah mufakat untuk menghidupkan kembali laman Silat Pendekar Cayo dan sesuai dengan aturan yang ada di Perguruan Silat Pangean, Guru Laman yang sudah meninggal harus dilanjutkan oleh keturunannya yaitu Putra Alm. Ismail bernama  Basrianto dengan Gelar Pendekar Cayo II. 

Pada tahun 2014 lalu mulailah dibuka kembali laman silat ini, dan mendapat respon baik dari masyarakat sekitar. Laman ini cukup baik dibuktikan dengan  mendaftarnya murid baru sebanyak 43 orang dengan jadwal belajar satu bulan empat kali (seminggu satu kali).

Dan pada tanggal 20-22 Oktober 2017 kemarin, diadakan ‘Pemotian Laman Silat Pendekar Cayo’ (mematikan/menutup gelanggang silat). Acara ini diselenggarakan oleh Perguruan Silat Pangean Laman Pendekar Cayo.  

Sebelumnya kegiatan ini diawali dengan ‘main di laman’ (belajar pencak silat di gelanggang) pada malam hari selama tiga malam berturut-turut.

Adapun acara puncaknya yaitu pada Ahad 22 Oktober 2017. Dimana acara ini dihadiri oleh Guru Besar Silat Pangean Kabupaten Siak H Saidi Marjohan (Pendekar Malin Kuning IV), Anggota DPRD Kabupaten Siak Musar SH, Kepala Kampung Perawang Barat Faizhal SHi, Perwakilan Polsek Tualang, dan Anak Laman dari kecamatan Buatan, Kecamatan  Seikijang dan Anak Laman dari Kabupaten Pelalawan . 

alterntif text

Kegiatan ini diawali dengan pembacaan Al-quran, pengembalian anak laman dari guru ke ninik mamak, kata sambutan, pengumuman yang mendapat gelar pendekar, dilanjutkan pembacaan doa terakhir penutup.

Dalam sambutannya Guru Besar Perguruan Silat Pangean Kabupaten Siak H Saidi Marjohan yang bergelar Pendekar Malin Kuning IV mengatakan belajar silat sama dengan belajar agama dan tidak ada menyalahi aturan agama.

“Inti dari belajar silat adalah belajar agama karena semua yang dipelajari dalam silat sesuai dengan tuntunan agama dan tidak ada yang menyalahi agama,” kata Guru Besar H Saidi Marjohan tersebut.

Selain itu beliau juga berpesan bagi pendekar yang terpilih agar dapat menjadi tauladan bagi anak laman lainnya dan bagi yang tidak terpilih agar giat lagi belajar silat dan luruskan niat belajar karena Allah Ta’ala semata.

Sementara itu mewakili dari ninik mamak kepala Kampung Perawang Barat Faizhal SHi Mengutarakan kegiatan Silat Pangean ini sangat positif dan merupaksn Seni Budaya Melayu. “Kegiatan ini sangat positif karena silat pangean merupakan seni budaya melayu yang harus kita jaga dan selaraskan dengan Visi dan Misi Kabupaten Siak sebagai kabupaten tujuan wisata di sumatera dengan mengandalkan Destinasi Budaya Melayu,” ungkap Penghulu Kampung Perawang Barat Faisal SHi mewakili seluruh ninik mamak setempat.

Berdasarkan Musyawarah Besar (Mubes) maka di angkatlah 5 orang ‘Peneke” (pendekar) diantaranya Batan dengan Gelar Pendekar Nan Tonang, Samsir dengan Gelar Pendekar Selo, Amijar dengan Gelar Pendekar Sungguh, Syamsir dengan Gelar Pendekar Rahmat dan Ahmad Rudin bergelar Pendekar Yakin.

Acara puncak kegiatan selanjutnya diadakan do’a bersama, kemudian melaksanakan sholat Zuhur berjamaah di Musholla Attaqwa. Dan dilanjutkan dengan makan bersama dikediaman (rumah) Mak Sompu.

“Takkan Melayu Hilang di Bumi, Budaya Melayu Jati Diri Anak Negeri”.(rls)

alterntif text
tunggu...

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here