Beranda Headline Berita Pilihan Sempat Deg-Degan Jalankan Tugas, Begini Cerita Rana Haura saat Peringatan Detik-detik Proklamasi

Sempat Deg-Degan Jalankan Tugas, Begini Cerita Rana Haura saat Peringatan Detik-detik Proklamasi

54
0
BERBAGI
rana haura perawang hut ri 72 siak

SIAK (Infosiak.com) – Rana Hauna Hafizhah tidak pernah menyangka sama sekali akan mendapat kesempatan paling bersejarah dalam hidupnya, menjadi pembawa baki bendera Sang Saka Merah Putih di upacara peringatan HUT ke-72 RI di lapangan Tugu, Siak.

alterntif text

Upacara memperingati hari kemerdekaan Indonesia ke-72, dilaksanakan Kamis (17/8/2017) pagi, berlangsung khidmat. Selain dalam rangka menghormati perjuangan para pahlawan, upacara hari kemerdekaan pun menjadi ajang tampilnya putra putri terbaik bangsa dalam mengemban tugas mengibarkan bendera merah putih.

Seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) selalu menjadi pusat perhatian masyarakat. Tak tekecuali dengan tahun ini, salah satu anggota paskibraka yang menjadi perhatian adalah gadis pembawa baki bendera.

orang tua rana haura perawang hut ri 72 siak
Siswi SMA Negeri 2 Tualang Rana Haura Hafhizah bersama kedua orangtua.

Rana Hauna terpilih sebagai pembawa baki dalam upacara pengibaran bendera merah putih. Dirinya merupakan anggota paskibraka perwalikan dari kecamatan Tualang yang tercatat sebagai siswi di SMA 2 Tualang.

alterntif text

Gadis kelahiran 19 April 2001 ini sukses mengemban tanggung jawab sebagai pembawa bendera dalam upacara peringatan detik-detik proklamasi. Ia pun sempat dibuat deg-degan saat menjalankan tugasnya tersebut.

“Ya lumayan deg-degan, tapi kalau aku deg-degan terus nanti malah berantakan, jadinya harus tenang, konsentrasi,” ujar putri kedua dari pasangan Muslim dan Juma’ah itu.

Ketenangan Rana dalam menjalankan tugas besar tersebut membuat banyak orang kagum kepadanya. Ini tak terlepas dari seleksi ketat dan gemblengan berat yang telah dia dan teman-temannya jalani semasa karantina.

“Kalau untuk pembawa baki gak ada syarat khususnya kok, aku juga bingung jelasinnya gimana. Mungkin karena aku murah senyum, senyum yang ikhlas, dari hati. Lakukan apapun dengan semaksimal mungkin, positive thinking di situasi apapun, dan yang terakhir adalah jangan lupa untuk selalu berdoa,” tutur gadis yang hobi berenang itu.

Dalam upacara tersebut, Rana ditemani tiga anggota paskibraka lainnya yakni Joshua Simanjuntak yang bertugas penggerek bendera merah putih mewakili Kecamatan Lubuk Dalam,  Syahrul Rahman yang diberikan tanggung jawab pembentang bendera mewakili kecamatan Minas dan Said Agil Fatah sebagai pengerek bendera yang mewakili kecamatan Siak.(rls)

alterntif text
tunggu...

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here