Beranda Islami Hari Libur Maulid Nabi Muhammad SAW Digeser, Ketua MUI Nilai “Tidak Relevan”

Hari Libur Maulid Nabi Muhammad SAW Digeser, Ketua MUI Nilai “Tidak Relevan”

60
Print Friendly, PDF & Email

JAKARTA (Infosiak.com) – Keputusan pemerintah menggeser hari libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dinilai tidak tepat. Hari libut Maulid Nabi Muhammad SAW digeser dari semula 19 Oktober menjadi 20 Oktober 2021.

Kebijakan itu diambil pemerintah dengan alasan langkah antisipasi kasus baru Covid-19 sekligus yang saat ini tengah melandai. Menanggapi hal itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang dakwah dan ukhuwah, KH Cholil Nafis menganggap, alasan pemerintah sudah tidak relevan lagi.

Pasalnya, kasus Covid-19 di Indonesia saat ini sudah menurun drastis. Melalui akun Twitter pribadinya, Kiai Cholil Nafis mengungkap, ada sejumlah pertimbangan yang mendasari pendapatnya.

Pertama, di tengah meredanya Covid-19, kebijakan work from home (WFH) sudah mulai ditiadakan.

Kedua, sejumlah hajatan nasional pun sudah mulai berjalan normal.

Baca Juga:  Wajib Diketahui Umat Muslim, Ini Syarat Sah Hewan Kurban

“Sepertinya menggeser hari libur keagamaan dengan alasan agar tak banyak mobilitas liburan warga dan tidak berkerumun sudah tak relevan,” cuitnya, Senin (11/10/2021).

“Keputusan lama yang tak diadaptasikan dengan berlibur pada waktunya merayakan acara keagamaan,” sambungnya.

Dalam cuitan lainnya, Kiai Cholil mengatakan, Indonesia memiliki banyak hari libur untuk menghormati hari besar keagamaan.

Sehingga mestinya, libur itu mengikuti hari besar keagamaan. Bukan hari kegamaan mengikuti hari libur.

“Jika ada penggeseran hari libur ke setelah atau sebelum HBK (hari besar keagamaan), berarti bonus karena kita memang selalu libur,” ujarnya.

“Suatu keputusan hukum yang landasannya karena darurat jika daruratnya sudah hilang maka hukumnya berubah ke hukum asalnya,” ingatnya dalam cuitan lainnya.

Baca Juga:  Mulai 2019, Calon Jamaah Haji Kabupaten Siak Berangkat dari Pekanbaru

Untuk diketahui, pemerintah menggeser hari libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu tertuang adalam Surat Edaran (SE) terbaru Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang ditandatangani pada 7 Oktober 2021.

Beleid yang tercatat dengan nomor 29/2021 mengatur tentang Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Besar Keagamaan pada Masa Pandemi Covid-19.

Yaqut menerangkan, SE 29/2021 tersebut akan memberikan pedoman kepada masyarakat dalam beberapa perayaan hari besar keagamaan dalam waktu dekat ini.

Di antaranya Maulid Nabi Muhammad SAW, Natal, dan beberapa hari besar agama lainnya.

“Pedoman kami terbitkan dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” ujar Yaqut dikutip melalui laman resmi Kemenag RI, Senin (11/10/2021) lalu.

Yaqut menuturkan, pedoman penyelenggaraan disusun dengan memperhatikan kondisi atau status daerah dalam konteks pandemi COVID-19.

Baca Juga:  Baznas Siak Segera Salurkan Dana Zakat 1,5 Milyar

Untuk daerah Level 2 dan Level 1 misalnya, peringatan hari besar keagamaan bisa dilaksanakan tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Untuk daerah Level 4 dan Level 3, peringatan hari besar keagamaan dianjurkan dilaksanakan secara virtual atau daring,” katanya.

Penyelenggara kegiatan, lanjut mantan Ketua GP Anshor ini, dianjurkan menyediakan QR Code PeduliLindungi.

Karena, peserta yang hadir mesti di-screening menggunakan aplikasi yang sama di rumah ibadat atau tempat lain yang digunakan untuk menggelar Peringatan Hari Besar Keagamaan.

“Dilarang untuk melakukan pawai atau arak-arakan dalam rangka Peringatan Hari Besar Keagamaan yang melibatkan jumlah peserta dalam skala besar,” tandasnya.

Laporan: Atok
Sumber: Pojoksatu.com

loading...