Beranda Ekonomi Pelaku UMKM di Siak Terima Sertifikasi Halal, Noni: Saya optimis, akan Tingkatkan...

Pelaku UMKM di Siak Terima Sertifikasi Halal, Noni: Saya optimis, akan Tingkatkan Penjualan Mereka

18
0
BERBAGI

SIAK (Infosiak.com) – Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Kabupaten Siak mendapat sertifikasi halal yang dibiayai oleh Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. Dengan adanya adanya sertifikasi halal tersebut bisa memberi nilai tambah kepada UMKM. Selain itu, akan mampu membuka peluang pasar yang besar untuk produk UMKM.

“Sertifikasi Halal ini merupakan bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM. Produk makanan yang sudah diberi label halal MUI nantinya akan berdampak pada peluang pasar yang besar,” kata Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UMKM, Noni Paningsih.

Baca Juga:  Sambut Bulan Suci Ramadhan, Alfedri Pimpin Rapat Sikapi Stabilitas Harga Sembako

Saat ini ada sekitar 17 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sudah mendapat sertifikasi halal yang tersebar di Kabupaten Siak.

Noni menambahkan, bantuan tersebut diberikan kepada UMKM yang berlokasi di Kecamatan Siak, Mempura, Bungaraya, Tualang dan Kandis. Gunanya sebagai standarisasi produk dalam era masyarakat ekonomi ASEAN.

“Saya optimis, sertifikasi halal akan meningkatkan penjualan mereka minimal kepercayaan ke produk UKM semakin baik,” ujarnya.

Baca Juga:  Harga Anjlok! Karet ditumbang Sawit ditanam
alterntif text

Dijelaskannya, produk makanan UMKM yang mendapatkan sertifikasi halal harus memiliki Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) atau izin dinas kesehatan. Untuk tahun 2017 ini, Dinas Koperasi dan UMKM telah melakukan pendampingan membuat PIRT sebanyak 150 UKM. Ini dilakukan agar tahun depan banyak pelaku usaha yang menerima bantuan sertifikat halal tersebut.

“Tim dari MUI Riau telah melakukan survey pada tanggal 25-27 September kemarin. Mudah-mudahan November mendatang sertifikat halalnya sudah bisa diserahkan,” jelasnya.

Baca Juga:  Tetapkan HET Elpiji 3 Kg, Disperindag Panggil Seluruh Pemilik Pangkalan

Sementara, Yuliarti salah seorang petugas dari LPPOM MUI Riau, mengatakan, LPPOM-MUI selaku lembaga pemberi sertifikat halal di Indonesia menganut dan menerapkan prinsip zero tolerance atau halal harus 100 persen. Jika tidak memenuhi prinsip tersebut maka berarti tidak halal dan wajib dihindari.

Sedangkan sertifikat halal itu sendiri memiliki beberapa manfaat seperti diantaranya untuk meningkatkan kepercayaan konsumen atas produk yang dikeluarkannya.(rls)

http://www.infosiak.com/

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here