Beranda Ekonomi Gas Melon Langka, Diperindag Siak Sebut Pangkalan Bermain dengan Pedagang Gunakan Keranjang

Gas Melon Langka, Diperindag Siak Sebut Pangkalan Bermain dengan Pedagang Gunakan Keranjang

92
0
BERBAGI
ohen disperindag siak
alterntif text
alterntif text

PERAWANG (Infosiak.com) – Persoalan kelangkaan gas elpiji 3 Kg bersubsidi langka di sejumlah daerah Kabupaten Siak terutama di Perawang Kecamatan Tualang, sebenarnya bukan karena kuotanya sedikit. Namun karena adanya permainan di tingkat pangkalan. Pangkalan sering bermain menjual tabung gas melon ke oknum menggunakan keranjang.

Hal ini lah yang akan dibenahi Disperindag Siak karena oknum menggunakan keranjang menjual kembali ke pengecer atau toko.

“Nah, sekarang dibuat untuk mengambil (gas tabung melon) memakai KK itu guna mengatasi pedagang-pedagang yang menggunakan keranjang. Seperti yang terjadi di Bunut. Di sana ada 4 pangkalan tapi kenapa orang di sana masih mengambil di Km4. Ini menandakan ada indikasi permainan antara pangkalan dengan pedagang (menggunakan) keranjang,” kata pihak UPTD Disperindag Tualang Ohen kepada Infosiak.com, Rabu (6/12/2017).

Baca Juga:  Harga Minyak Terus Meroket, Sempat Tembus USD 80 per Barel

Satu keranjang bisa memuat 15 tabung hingga 20 tabung gas melon, dan apabila pedagang keranjang yang ada di Perawang terdapat 20 orang sudah dipastikan ada sekitar 400 tabung gas elpiji 3 kg di jual di pengecer atau toko yang sudah barang tentu harganya di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). “Jadi untuk mengatasi oknum pedagang keranjang, saat ini kita terapkan dengan menggunakan KK dulu,” ungkapnya.

Sedangkan mengenai warung dan rumah makan menengah ke bawah atau usaha mikro kecil menengah tetap diperbolehkan menggunakan gas tabung melon. Namun dibatasi masing-masing sebanyak 2 tabung.

Baca Juga:  Revisi Perda Pajak Pertalite Sudah Diteken Mendagri, Sekda Riau akan Jemput ke Jakarta

“Kalau di Perawang kami terapkan maksimal sebanyak 2 tabung. Sesuai perjanjian depot dengan pangkalan bagi pemilik usaha mikro. Tapi untuk saat ini pelaku usaha mikro jangan lah dulu karena masyarakat sudah gaduh,” pungkasnya.

Terpisah salah satu agen di Perawang yang enggan disebutkan namanya mengaku pernah menjual tabung gas melon ke pedagang keranjang. Pedagang keranjang tersebut menjual kembali di dalam kecamatan bahkan ada yang menjual di luar Kecamatan Tualang.(Jon)

Komentar Facebook Disini Bro

orang komentar