Beranda Ekonomi Dana Desa Belum Cair, Penghulu di Siak Meradang

Dana Desa Belum Cair, Penghulu di Siak Meradang

409
0
BERBAGI
alterntif text

SIAK (Infosiak.com) – Penghulu kampung di Kabupaten Siak dibuat meradang, pasalnya, meski sudah memasuki bulan ke empat tahun 2018, alokasi anggaran untuk penyelengaraan pemerintah kampung hingga kini belum cair.

Akibat dari hal tersebut, masing-masing kampung (desa), mengakibatkan pelaksanaan pembangunan di daerah perkampungan tersendat.

Tidak hanya kegiatan pembangunan, akibat belum adanya dana yang cair ke masing-masing kampung tersebut, sejumlah aparatur pun terkena imbasnya. Mereka pun mengaku meradang dan hanya bisa pasrah sambil berharap adanya dana yang cari ke kampung.

Nihilnya anggaran tersebut, mengakibatkan tidak sedikit aparatur pemerintahan belum bisa menikmati gaji. Demikian halnya dengan program kampung yang terhambat.

“Ya kita puasa. Dananya kan belum cair. Kalau ada, sebagian pinjam dulu dari orang yang percaya sama kita,” kata salah satu perangkat kampung yang namanya tidak mau ditulis di Infosiak.com

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Siak, Yurnalis, menjelaskan “Kalau sudah tanda tangani kwitansi, berarti tinggal pencairan di Badan Keuangan Daerah (BKD), teknis pencairan itu sudah berada sepenuhnya di BKD,” kata Yurnalis, Senin (9/4/2018)

Prosedurnya kalau sudah lengkap, tanda tangani kwitansi, BKD terbitkan SP2D dan posting ke Bank Riau, setelah itu Bank Riau yang transfer ke rekening kampung

Perlu dipastikan proses yang sudah dilalui oleh kampung tersebut sudah sampai dimana prosesnya. Apabila sudah tanda tangani kwitansi pencairan, berarti tinggal eksekusinya di BKD,

“Alhamdulillah tahun ini kita mengalami kemajuan pengesahan APBKam selama 4 bulan, tahun 2017 APBKam disahkan bulan Juni 2017, sedangkan tahun 2018 telah di sahkan Febuari 2018,” terang Yurnalis.

Pencairan tahun 2017 pada bulan Juni, sedangkan 2018 mengalami percepatan 3 bulan, bulan Maret sudah ada kampung melakukan pencairan dana APBN dan APBD.


Laporan : Masroni/Robot
Editor : Afrijon

Komentar Facebook Disini Bro

orang komentar