Beranda Ekonomi Buruh Tuntut Hak, Buruh Gugat PT SBP Perawang ke Pengadilan Hubungan Industrial

Tuntut Hak, Buruh Gugat PT SBP Perawang ke Pengadilan Hubungan Industrial

994
0
BERBAGI
alterntif text

TUALANG (Infosiak.com) – Merasa hak-haknya dilanggar oleh perusahaan, melalui kuasa hukumnya salah seorang pekerja di PT Sarana Baja Perkasa (PT SBP) Perawang melakukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industri (PHI).

PT SBP merupakan salah satu perusahaan sub kontraktor mitra kerja di PT IKPP Perawang. WH (27) yang sudah bekerja selama lima tahun sembilan bulan menempati posisi sebagai staff administrasi. Sedangkan perusahaan diduga hanya akan memberikan pesangon sebesar dua bulan upah. Hal itulah yang membuat WH akan menggugat perusahaan di tempatnya bekerja.

Menurut Dian Pramana Putra, SH selaku Kuasa Hukum WH, jika merujuk pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, harusnya sang klien sudah menjadi pekerja tetap dan mendapatkan pesangon bukan lagi dua bulan upah melainkan dua kali ketentuan sesuai anjuran yang dikeluarkan oleh mediator Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Siak selaku.

“Besok kita akan memasukkan data gugatan ke PHI. Pekerjaan klien kami ini bersifat tetap, lima tahun sembilan bulan sebagai staff administrasi di PT SBP, seharusnya tidak lagi pekerja kontrak (PKWT,Perjanjian Kerja Waktu Tertentu,red) melainkan sudah menjadi pekerja tetap,” ungkap Dian, Selasa (10/4/2018).

Tambah Dian, kliennya sudah melanjutkan permasalahannya dengan pihak PT SBP ke tingkat tripartit melalui mediasi, dan Disnakertrans Kabupaten Siak sudah mengeluarkan anjuran agar pihak PT SBP dapat memberikan uang pesangon kepada saudari WH yaitu dua kali ketentuan Pasal 156 ayat 2,3, dan 4 UU Nomor 13 Tahun 2003.

“Kita menuntut agar pihak PT SBP mengeluarkan hak-hak klien kami berupa uang pesangon dua kali ketentuan sesuai anjuran yang dikeluarkan oleh mediator, sampai sekarang PT SBP belum memenuhi anjuran tersebut,” tegas Dian.

Untuk diketahui, WH yang bekerja sejak 7 Oktober 2011 PKWTnya secara terus-menerus diperpanjang oleh perusahaan hingga ia di PHK 28 Juni 2017 lalu.


Laporan : Ika Rahman
Editor : Afrijon

Komentar Facebook Disini Bro

orang komentar