Beranda Ekonomi Akhirnya Pertamina Akui Kurangi BBM Jenis Premium, Ternyata Ini Alasanya

Akhirnya Pertamina Akui Kurangi BBM Jenis Premium, Ternyata Ini Alasanya

1185
0
BERBAGI
alterntif text

PEKANBARU (Infosiak.com) – Manager Communication Pertamina MOR I Rudi Arif Rianto mengatakan pengurangan BBM jenis premium selain desakan dunia global juga untuk mengajak masyarakat untuk menjadi pengguna BBM cerdas.

Karena secara perhitungan dan uji coba yang dilakukan pengguna BBM jenis pertalite lebih hemat bila dibandingkan dengan pengguna BBM jenis premium.

Tidak itu saja biaya perawatan kenderaan lebih murah jika menggunakan BBM berkualitas tinggi Pertalite, karena akan ikut memelihara mesin kenderaan.

“Makanya Pertamina pelan-pelan mengurangi Premium, ini kita mulai dengan membuat banyak pilihan bahan bakar. Ini maksudnya kita ingin jelaskan ke masyarakat agar menggunakan BBM berkualitas tinggi, “ujar Rudi Arif kepada Tribun.

Apalagi realita dihadapkan ekonomi global sudah teliti terhadap gas buang, dimana Indonesia masuk dalam negara dengan memiliki emisi gas buang yang tinggi dan diminta untuk diturunkan.

“Salah satu bagian yang tidak terpisahkan permen LHK nomor 20 tahun 2017 terkait upaya penurunan gas emisi termasuk penggunaan bahan bakar (premium). Ada bahan bakar lebih berkualitas dan gas buang yang rendah itu lah pertalite, “ujarnya.

ali

Karena ini tuntutan global, menurut Rudi, sejumlah aktivis juga bolak-balik mempertanyakan kenapa Pertamina masih menjual premium.

Meskipun diakuinya untuk menghilangkan premium 100 persen tidak mungkin, karena masih ada kenderaan angkot lainnya yang membutuhkan.

“Itu sejalan dengan perusahaan industri kenderaan. Mereka menuntut badan usaha yang bergerak di BBM (Pertamina) untuk menerapkan BBM berkualitas, memang sudah menjadi tuntutan, “jelas Rudi.

Untuk itu, lanjut Rudi Pertamina tetap tidak akan menambah pasokan BBM jenis premium karena mengajak dan mengedukasi masyarakat agar cerdas gunakan BBM.

Sementara untuk kondisi harga sendiri menurut Rudi karena harga minyak mentah dunia naik, sehingga terjadi kenaikan harga BBM untuk jenis pertalite tersebut.

“Meskipun harganya jauh antara pertalite dengan premium. Beberapa uji dilakukan pertalite lebih irit. Misalnya diuji dengan jarak 50 kilometer lebih efisien. Biaya perawatan kenderaan juga lebih murah jika gunakan pertalite. Publik selama ini hanya melihat bandel, “jelasnya.


Sumber : Tribunnews
Editor : Afrijon

ali

Komentar Facebook Disini Bro

orang komentar