Beranda Wisata Dikelola Kelompok Pemuda, Hutan Manggrove di Siak Jadi Wisata Edukasi

Dikelola Kelompok Pemuda, Hutan Manggrove di Siak Jadi Wisata Edukasi

159
BAGIKAN
Print Friendly, PDF & Email

SUNGAI APIT (Infosiak.com) – Matahari yang hampir bulat jingga dicelah celah awan perlahan timbul dari seberang hutan manggrove lebat dan luas hampir 25 hektar menambah suasana asri di kampung Kayu Ara Permai, sehingga menjadikannya pemandangan yang memanjakan mata ditambah lagi kicauan burung burung yang bermain di ranting ranting pohon bakau nan sejuk, sungguh membuat lelah selama hampir seminggu bekerja dan beraktivitas hilang seketika.

Hutan yang tumbuh dibibir pantai selat lalang di kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak memiliki hutan bakau yang sangat luas, dan kini hutan bakau tersebut oleh kelompok Pemuda menjadikannya sebagai objek wisata baru.

Hutan bakau itu kini dikelola oleh Kelompok Pemuda dengan asas Wisata Edukasi, dan menamai kelompok pengelola dengan nama Kelompok Konservasi Laskar Mandiri.
Sabarion adalah ketua kelompok pengelolanya, ia menceritakan awal mula berdirinya kelompok ini atas kesadaran bersama para pemuda kayu ara permai dengan memanfaatkan potensi kampungnya menjadikan hutan mangrove yang awalnya hanya lahan biasa sehingga disulap menjadi kawasan wisata dan edukasi bagi para pengunjungnya.

Baca Juga:  Mantap, Puskesmas Terpencil di Sungai Apit Masuk Nominasi 10 Tingkat Nasional

“Awalnya kami dari kelompok Konservasi Laskar Mandiri melakukan swadaya untuk mengolah hutan bakau ini menjadi tempat wisata, dan berkat kerja keras kawan kawan, Alhamdulillah dari hasil swadaya yang kami lakukan kami bisa membangun trek (jembatan) sepanjang -+30 meter,” jelasnya.

kpu'

“Dari hasil 30 meter ini kami mengajukan proposal ke perusahaan-perusahaan dan Pemerintah Kabupaten Siak yang membidangi pelestarian dan pengembangan wisata.
Belum sempat mengajukan proposal, diakhir tahun 2017 kami dari kelompok mendapat Tawaran dari bapak Abdul Razak selaku Penghulu Kampung Kayu Ara Permai untuk melanjutkan pembangunan menggunakan dana Kampung/Desa, Alhamamdulillah di tahun 2018 akhir tempat wisata kami terbangun dan sudah siap dikunjungi,” ungkap pria yang disapa oyon itu.

Baca Juga:  Libatkan Ahli Sejarah, Perusahaan Kertas Ini Renovasi Istana Peraduan Sultan Siak

Ditempat yang sama Jefrizal selaku sekretaris kelompok menambahkan tempat wisata ini bukan hanya tempat wisata biasa, tetapi juga menyajikan edukasi kepada seluruh pengunjung terutama pelajar dan mahasiswa, oleh karena itu tempat wisata ini diberi nama Wisata Edukasi Mangrove Sungai Bersejarah.

“Banyak juga yang bertanya kenapa diberi nama SUNGAI BERSEJARAH, Sungai Bersejarah ini adalah Sungai yang bersejarah untuk kampung kami, menurut legenda yang beredar, dari sungai inilah awal berdirinya kampung kami, tak itu ajo do, mungkin orang awam hanya mengetahui hutan mangrove itu hanya pohon bakau, dan pohon api-api tetapi di lokasi wisata kami memiliki 25 jenis tumbuhan yang termasuk dalam hutan mangrove. Secara tidak langsung pengunjung yang datang berwisata juga bisa belajar mengenal tumbuh-tumbuhan yang ada dihutan Mangrove,” ujar Jefrizal.

Baca Juga:  SK Kemenpar RI Terbit, Tour de Siak Masuk Top 100 Event Nasional 2019

Lebih lanjut, Jefrizal juga berharap dengan dibukanya tempat wisata edukasi ini akan ramai dikunjungi, “Kami berharap ramai yang datang, sehingga bisa meningkatkan prekonomian Masyarakat kampung kayu Ara Permai khususnya, Kecamatan Sungai Apit umumnya, dan kedepan kami juga mendapat support dari pihak perusahaan yang berada diKabupaten Siak dan Pemerintah Kabupaten Siak,” tutupnya.

Sumber : Rilis
Editor : Afrijon

loading...
tour_de'
BAGIKAN