Beranda Siak Bupati Alfedri Pimpin Rakor Pengendalian Covid-19 di Siak

Bupati Alfedri Pimpin Rakor Pengendalian Covid-19 di Siak

34
Print Friendly, PDF & Email

SIAK (Infosiak.com) – Menjelang hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah beberapa hari ke depan, Pemkab Siak menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) secara virtual bersama unsur Forkopimda dan instansi vertikal, lintas Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Siak, pengurus Majlis Ulama Indonesia, Forum Kerukunan Umat Beragama, Forum Kewaspadaan Dini, beserta seluruh Camat dan Upika, Kamis (06/05/2021) kemarin.

Rapat yang dipimpin Bupati Siak Alfedri dari Command Center Siak Live Room tersebut merupakan tindak lanjut dari sejumlah rapat yang telah dilaksanakan sebelumnya baik bersama Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten, yang membahas sejumlah langkah pengendalian penyebaran wabah Covid-19. Diantaranya terkait pembatasan mudik lebaran, serta pelaksanaan ibadah keagamaan.

Baca Juga:  Sikapi Dugaan Korupsi di DLH, Kajari Siak: Laporannya Kita Hentikan

Kata Alfedri, fokus pemerintah pusat dan daerah pada saat ini dalam rangka pengendalian penyebaran Covid 19, adalah penegakan disiplin ditengah masyarakat.
Soal lain yang harus ditindaklanjuti kata dia adalah Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Secara Mikro, yang telah berlaku pada Tanggal 4 – 17 Mei 2021 dan berlaku secara nasional.

Bupati Alfedri juga menyampaikan kondisi terakhir penyebaran Covid-19 di Kabupaten Siak hingga tanggal 5 Mei 2021 lalu, dimana angka yang terkonfirmasi positif mencapai angka 3.581 orang, dengan jumlah pasien sembuh mencapai 2.921 serta yang meninggal dunia mencapai 92 orang. Saat ini warga Kabupaten Siak yang terkonformasi positif sebanyak 568 orang, yang tersebar di seluruh kecamatan.

Baca Juga:  Terkait Dugaan Adanya Kesalahan Data Pemilih, KPU Siak Sebut Sudah Ditindaklanjuti

“Saat ini perkembangan kasus terakhir di kabupaten Siak cenderung meningkat dengan jumlah rata-rata di atas 20 perhari. Jangan sampai kita ini celaka seperti yang terjadi di India,” ucapnya saat memimpin Rakor.

Dulu lanjutnya, India itu termasuk negara yang berhasil melaksanakan lockdown micro. Inilah yang ditiru dan di adopsi oleh Indonesia. Namun rupanya keberhasilan itu membuat masyarakatnya jadi terlena dengan kondisi yang membaik serta lupa menerapkan protokol kesehatan, terakhir sampai membuat kerumunan yang besar di sungai Gangga. Akhirnya kata Alfedri, di India kasus positif Covid 19 semakin meningkat dan sulit untuk di kendalikan lagi hingga mencapai ratusan ribu kasus perhari.

Baca Juga:  Festival Layang-Layang Tradisional I Se- Riau Digelar di Bungaraya Siak

“Nah, makanya kita diingatkan dan mengambil sikap agar tidak terjadi seperti di India,” jelasnya.

Sumber: Rilis Humas

loading...