Beranda Riau Bonita dan Atan Harimau Sumatra di Riau Siap Dilepas ke Alam, Lokasi...

Bonita dan Atan Harimau Sumatra di Riau Siap Dilepas ke Alam, Lokasi Dirahasiakan

681
Print Friendly, PDF & Email

PEKANBARU (Infosiak.com– Masih ingat dengan Harimau Sumatra betina bernama Bonita Hewan eksotis itu diselamatkan dari areal kebun PT.TH Indo Plantations Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir pada tanggal 3 Januari 2018.  Ada juga harimau Sumatra jantan yang dinamakan Atan Bintang. Ia dievakuasi dari pemukiman warga pada 18 November 2018 di Pulau Burung Kabupaten Indragiri Hilir.

Kedua harimau tersebut telah menjalani serangkaian proses penyelamatan sehingga saat ini siap untuk dilepasliarkan kembali. Serangkaian proses itu dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama dengan Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya – (PR-HSD).

Baca Juga:  Gubernur Riau H Syamsuar Lantik Pejabat Mantan Napi Kasus Penipuan

Dilansir laman GenPI.co, Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono, pelepasliaran sepasang harimau ini menambah jumlah harimau rehabilitasi dari PR-HSD yang akan dilepasliarkan ke habitat alaminya menjadi 4 individu.

“Bonita dan Atan Bintang, akan dibawa dalam perjalanan menempuh jalur darat menuju kawasan konservasi di Provinsi Riau untuk kembali ke habitatnya,’’ kata Suharyono, Minggu (28/7/2019) malam.

Baca Juga:  Tanpa Masker ke Tengah Lokasi Karhutla Riau, Ini yang Ditanya Jokowi kepada Petugas

Tim BBKSDA Riau dan mitra telah melakukan kajian untuk calon lokasi pelepasliaran harimau sumatera tersebut. Suharyono mengatakan pihaknya mempertimbangkan lokasi pelepasliaran yang jauh yang  dari pemukiman dan masyarakat, ketersediaan mangsa yang cukup, serta tingkat ancaman yang rendah.

“Pelepasliaran harimau Sumatra di Provinsi Riau diharapkan bisa mengembalikan jumlah populasi harimau sumatera di wilayah ini untuk menjaga kelestarian harimau Sumatera di habitat alaminya.

Baca Juga:  Kapolri Copot Kapolda Riau, Papua dan Sultra

Suharyono juga mengatakan tidak bisa memberikan informasi rinci mengenai titik lokasinya. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan dua harimau itu. “Juga untuk mencegah permasalahan-permasalahan yang datang di kemudian hari,” tandasnya.

Sumber : Genpi
Editor : Afrijon

loading...