Beranda Mempura Kepala SMKN 1 Mempura Siak Dinilai Remehkan Covid-19, Benarkah?

Kepala SMKN 1 Mempura Siak Dinilai Remehkan Covid-19, Benarkah?

527
Print Friendly, PDF & Email

SIAK (Infosiak.com) – Salah seorang guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Mempura Kabupaten Siak Provinsi Riau, berinisial (YS) dikabarkan positif Covid-19 pada hari Rabu tanggal 10 Februari 2021 kemarin.

Meski demikian, pihak SMKN 1 Mempura masih nekad dan berani melaksanakan belajar secara tatap muka di sekolah. Sehingga hal tersebut sempat menimbulkan keresahan dan kekhawatiran bagi para orangtua siswa maupun guru yang ada di sekolah tersebut.

“Iya, kami di sini juga khawatir, karena aktivitas belajar secara tatap muka tetap dilaksanakan, padahal sudah jelas ada salah seorang guru di sekolah ini yang terkonfirmasi positif Covid-19,” ujar salah seorang guru yang enggan disebut namanya, Kamis (11/02/2021) siang, kepada Infosiak.com.

Baca Juga:  Diikuti Tiga Sekolah, Perjusami Pramuka Digelar di SMKN 1 Dayun

Pantauan Infosiak.com di SMKN 1 Mempura, pada hari Kamis pagi aktivitas belajar secara tatap muka memang terlihat masih dilaksanakan oleh pihak sekolah. Sementara pada saat yang bersamaan, Kepala SMKN 1 Mempura Hardiyanto S.Pd justeru tidak ada di sekolah.

“Iya, hari ini saya sedang mengikuti kegiatan Vidcon di Pekanbaru dengan Kementerian Pendidikan,” jawab Hardiyanto, saat dihubungi via pesan Whatsapp.

Masih kata Hardiyanto, meskipun aktivitas belajar secara tatap muka di SMKN 1 Mempura tidak diliburkan pasca adanya salah seorang guru yang positif Covid-19 tersebut, namun aktivitas belajar para siswa pada Kejuruan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) diliburkan (melalui Daring, red), hal itu dikarenakan guru yang positif Covid-19 tersebut merupakan guru bidang TKJ.

Baca Juga:  Pekan Ini, Ustadz Abdul Somad Dijadwalkan Isi Taushiyah di Mempura

“Kalau TKJ belajar secara Daring, karena guru yang positif itu guru TKJ, menurut kabar dia tertular dari isterinya. Tapi kalau memang hal ini menimbulkan kerisauan dari warga sekitar, maka mulai hari Senin tanggal 15 Februari besok seluruh siswa akan kami liburkan selama 2 minggu ke depan, belajar secara Daring semua, dan saya pun juga sudah koordinasi dengan Camat Mempura,” lanjut Hardiyanto.

Dengan tidak diliburkannya aktivitas belajar secara tatap muka oleh pihak SMKN 1 Mempura tersebut, masyarakat menilai seolah-olah Kepala SMKN 1 Mempura menganggap remeh atas bahaya penyebaran virus Covid-19 di lingkungan sekolah.

Baca Juga:  Membangun Budaya Belajar di Sekolah

“Kami kaget, dapat info dari salah seorang tetangga katanya ada guru SMKN 1 Mempura yang pada hari Rabu kemarin positif Covid-19, tapi hari ini anak-anak gak diliburkan, tentu ini sangat mengkhawatirkan bagi kami yang tinggal di sekitar sekolah,” ujar salah seorang warga.

Menurut informasi yang diterima Infosiak.com, selama dilaksanakannya aktivitas belajar secara tatap muka di SMKN 1 Mempura, para siswa mengikuti belajar di sekolah hingga pukul 11:45 WIB, padahal menurut informasi yang beredar, di masa pandemi Covid-19 ini aktivitas belajar di sekolah hanya diperkenankan dilaksanakan hingga pukul 10:00 WIB, benarkah Kepala SMKN 1 Mempura dianggap berani melanggar peraturan?.

Laporan: Atok
Editor: Afrijon

loading...