Beranda Riau FJPI Riau dan FKPT Tandatangani MoU Perempuan sebagai Agen Perdamaian

FJPI Riau dan FKPT Tandatangani MoU Perempuan sebagai Agen Perdamaian

17
kpu'
Print Friendly, PDF & Email

PEKANBARU (Infosiak.com) РForum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Riau menadatangani Memorandum of Understanding (MoU) Perempuan Agen Perdamaian dalam pencegahan Radikalisme dan Terorisme, Rabu (16/09/2020) di Grand Zuri Hotel, Pekanbaru. Kegiatan ini diinisiasi  Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Riau.

Penandatanganan sekaligus deklarasi komitmen bersama pelibatan perempuan sebagai agen perdamaian dilakukan Ketua FJPI Riau, Luzi Diamanda, bersama-sama dengan pimpinan organisasi perempuan lainnya seperti Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Riau, Ade Hartati dan juga Ketua BKOW Riau.

Luzi Diamanda mengatakan perempuan adalah ujung tombak pendidikan keluarga. Dari tangan perempuan lahir generasi muda bangsa, jadi baik atau buruk mentalnya, lebih banyak karena peran ibu, peran perempuan.

Baca Juga:  Siswi di Riau yang Gambar Kelamin di Rok SMA Minta Maaf dan Mendadak Berhijab

Luzi menyebutkan sangat tepat acara yang ditaja FKPT ini menggandeng organisasi perempuan untuk menjadikan perempuan sebagai agen perdamaian.

Menurutnya, tanpa sosialisasi, tanpa diberitakan, apa yang dilakukan masyarakat juga tidak akan mengetahui kegiatan FKPT ini.

“Jadi sudah tepat FKPT menggandeng FJPl. Di sinilah peran FJPI, menyebar luaskan kepada masyarakat bahwa perempuan adalah agen perdamaian,” kata Luzi.

Sementara Gubernur Riau yang diwakili Asisten I Setdaprov Riau, Jenri Salmon Ginting saat membuka kegiatan mengatakan pencegahan paham radikalisme di Indonesia khususnya di Provinsi Riau, harus terus dilakukan di semua kalangan baik laki-laki maupun perempuan. Hal ini karena memang terorisme saat ini sudah melibatkan perempuan bahkan anak-anak.

Baca Juga:  Dana BOS Tahap III Cair, Kadisbud Siak : Segera Laksanakan kegiatan Sekolah

Ia mengatakan berkembangnya paham radikalisme di Indonesia dipengaruhi dan dilatarbelakangi oleh kelompok radikal internasional seperti ISIS, JAD dan lain sebagainya.

“Hal ini yang memicu tumbuhnya kelompok radikal di daerah,” ujar Jenri Salmon Ginting.

Ia mengatakan saat ini perempuan juga sudah terlibat dalam aksi terorisme. Salah satu contohnya adalah bom bunuh diri di Gereja Surabaya yang mana pelakunya adalah perempuan dewasa bahkan membawa anak. Ini tentu sangat mengejutkan.

Baca Juga:  Pemprov Bakal Alokasikan Rp318 Miliar untuk Permodalan BUMDes di Riau

Untuk itu pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar FKPT Riau. Tema perempuan sebagai agen perdamaian ini ingin mepertegas bahwa perempuan mempunyai peran penting dalam menegakkan perdamaian karena mempunyai kelebihan yang tak dimiliki laki-laki.

Kelebihan tersebut berupa insting keibuan yang secara alami dapat menciptakan perdamaian dengan cinta, kepedulian serta harmoni.

Sumber : Rilis
Editor : Afrijon

tour_de'