Beranda Rokan Hulu Dianggap Meresahkan Warga, Kaki Seorang Gadis Dirantai Besi di Desa Mahato Sakti...

Dianggap Meresahkan Warga, Kaki Seorang Gadis Dirantai Besi di Desa Mahato Sakti Rohul

7181
Print Friendly, PDF & Email

ROHUL, RIAUTERBARU.com – Sangat menyedihkan RN gadis berusia 36 tahun harus hidup dipasung. Ia merupakan warga di RT: 15, RW : 06, Desa Mahato Sakti, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.

RN adalah anak dari pasangan suami isteri Sutarman (alm) dan Munayah yang hidupnya sangat terbatas dan kadang tak mencukupi kebutuhan sehari hari, dimana sudah hampir sembilan tahun mengalami nasib seperti itu.

Di saat sekarang ini Munayah ibu RN sangat kesulitan untuk mencukupi kehidupannya sehari hari di rumah, di tambah lagi dengan keadaan yang menimpa anak kandungnya sedang sakit dan terpaksa harus dipasung. Hal ini dilakukan karena anak kesayangannya dianggap sangat meresahkan warga. Padahal hatinya sebagai seorang ibu yang mengandungnya selama sembilan bulan tak tega melihat kondisi anaknya hidup harus di pasung hampir satu tahun.

Baca Juga:  Polisi Bekuk Pengedar Sabu di Bagan Sinembah

Ini bermula dari tahun 2011 dimana RN tumbuh menjadi seorang remaja yang ceriah, hingga akhirnya ada seorang pria yang menaruh hati kepada dirinya. Sayang, untung tak dapat diraih, malang pun tak dapat ditolak, perjalanan cintanya tidak berlangsung lama dan kandas di tengah jalan. Sejak itulah RN mulai menunjukkan perilaku yang aneh, tidak seperti biasanya.

Dari keterangan Munayah (orang tua RN) ketika dikunjungi awak Media dirumahnya, Sabtu 19/12/2020

Baca Juga:  Polisi Bekuk Pengedar Sabu di Bagan Sinembah

Pemasungan dilakukan karena RN selalu melakukan perbuatan yang dianggap memalukan keluarga. Dan terkadang sering bicara ngelantur.

Karena keterbatasan kemampuan baik ekonomi maupun pemahaman yang menyebabkan RN sampai saat ini tetap dirawat dirumah. “Dia dirantai karena dia sering keluyuran dan pulang tak kenal waktu,” kata Munayah.

Dan saat itu awak media melihat langsung RN yang tampak kaki kiri sedang di ikat dengan rantai besi, RN terlihat berpakaian rapi, bersih dan menutupi aurat.

Munayah menambahkan, pemasungan ini dilakukan karena dirinya merasa trauma sebab upaya pengobatan sudah dilakukan kemana-mana namun belum membuahkan hasil.

“Sebetulnya kami punya rencana mau mengobatkan RN, tapi uang hanya Rp. 700.000, sementara yang dibutuhkan Rp. 1.000.000,” sebut Munayah dengan nada sedih.

Baca Juga:  Polisi Bekuk Pengedar Sabu di Bagan Sinembah

Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, Munayah yang merupakan seorang janda dari Sutarman (alm) kesehariannya berprofesi sebagai tukang kusuk.

Ia berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati terpilih agar dapat membantu anak kesayangannya. Munayah sangat ingin RN ceria seperti sediakala

Terkait Pemasungan ini awak media mencoba mengunjungi Kepala Desa Mahato Sakti namun beliau tidak berada ditempat.

Saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan online WhatsApp, sangat disayangkan, Kepala Desa tidak memberikan tanggapan apapun hingga berita ini ditayangkan.

 

Laporan : Muliarjo

loading...